Mengenal Jenis-Jenis Reksa Dana, Cocok untuk Investor Pemula

DoranDev – Di tengah popularitas investasi, tak sedikit masyarakat awam ingin mengikuti jejak para pemodal atau investor. Bagi investor pemula ada salah satu alternatif investasi yang cukup aman untuk dicoba, yaitu reksa dana. Di situ para pemodal akan dibantu oleh manager investasi untuk menghitung risiko dari investasi mereka.

Apa Itu Reksa Dana?

Mengenal investasi reksa dana
sc: Freepik

Reksa Dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari banyak pemodal yang nantinya digunakan oleh manajer investasi profesional ke dalam saham, obligasi, dan pasar uang. Dalam hal ini memungkinkan para pemodal tidak perlu mengelola portofolio investasi secara langsung.

Kemudian adanya manager investasi, akan mempermudah pengelolaan dan pengalokasian dana yang terkumpul ke beragam intrumen investasi. Dan pemodal cukup memahami prospectus sebelum berinvestasi di reksa dana. Hal ini berlaku untuk investor pemula maupun berpengalaman.

Kenapa Harus Reksa Dana?

Di antara pilihan investasi, reksa dana termasuk yang paling aman, khususnya untuk investor pemula maupun berpengalaman yang tidak memiliki banyak waktu mengurus portofolio investasi. Di reksa dana semua dana investasi akan diurus oleh manajer investasi. Alasan lain untuk memilih reksa dana karena menawarkan modal awal yang terjangkau. Bagi investor pemula pasti ingin mencoba dengan dana yang kecil untuk menghindari risiko. Di sini investor bisa memulainya dengan modal Rp100.000.

Selanjutnya, adanya diversifikasi risiko, di mana dana investasi yang sudah terkumpul digunakan keberbagai instrumen seperti saham, obligasi dan pasar uang. Sehingga saat ada satu asset yang turun, maka kerugian bisa diminalisir ke asetlain yang sedang bagus kinerjanya.

Di reksa dana likuiditas tinggi, artinya investor bisa mencairkan dana dengan cepat saat ada kebutuhan mendadak. Kemudian aksesnya sangat mudah, karena ini bisa dilakukan melalui gadget.Paling penting model investasi ini diawasi dengan ketat oleh Otoritas jasa keungan (OJK) yang memastikan keamananan transpaaransi atas investasi anda. Untuk transparansi sendir, reksa dana dapat dipantau melalui Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Meski banyak keuntungan, calon investor harus tetap memastikan bahwa manajer investasi dapat dipercaya dan memiliki kinerja yang bagus. Sehingga sebagai pemula akan mendapat manfaat yang maksimal dan tidak kehilangan modal dengan sia-sia.

Baca juga: Rumus, Contoh, serta Cara Menghitung Pembelian Bersih, Anda Wajib Tahu!

Jenis-Jenis reksa dana

Manfaat investasi reksa dana
Sc: Freepik

Setelah mengetahui apa itu reksa dana dan manfaatnya, saatnya anda melihat jenis-jenis dari reksa dana. Secara umum ada empat jenis reksa dana, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

1. Reksa Dana Pasar Uang

Jenis ini merupakan reksa dana yang melakukan investasi di pasar uang dengan masa jatuh tempo yang singkat atau kurang dari satu tahun. Bentuknya bisa berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Pasar Uang, dan beragam jenis investasi pasar uang lainnya.

Investasi di pasar uang ini bertujuan menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal yang risikonya relatif paling rendah dibanding yang lainnya. Keuntungan lain dari reksa danapasar uang, investor bisa dengan mudah dan cepat untuk mencairkan dana. Dibanding dengan tabungan atau produk deposito, keuntungan dari reksa dana ini lebih menarik.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Di sini calon investor akan menginvestasikan paling tidak 80 persen dari aktiva atau  total kekayaan yang dimiliki dalam bentuk efek utang atau obligasi. Tujuan dari reksa dana pendapatan tetap ini akan menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.

Selain itu, jenis ini memiliki karakteristik likuiditas tinggi, sehingga dana dapat dicairkan oleh investor kapan saja. Sedangkan untuk risiko relatif lebih besar daripada reksa dana pasar uang. Reksa dana seperti ini cocok untuk investor yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu menengah atau sekitar 1-3 tahun.

3. Reksa Dana Campuran

Reksa Dana jenis ini akan mengalokasikan dana investasinya ke dalam portofolio yang bervariasi. Misalnya bisa diinvestasikan secara bersamaan dalam bentuk saham, obligasi, sekaligus pasar uang. Dengan begitu pertumbuhan modal dan pendapatan memiliki risiko yang moderat.

Reksa dana campuran cocok jika dilakukan untuk investor yang mengingkan pertumbuhan modal yang tidak terlalu agresif. Selain itu cocok juga untuk investor yang ingin diversifikasi namun tidak ingin mengelola sendiri.

4. Reksa Dana Saham

Keempat ada reksa dana degan jenis saham, yang mana investor harus menginvestasikan setidaknya 80 persen dari aktivanya pada saham perusahaan yang ada di bursa efek. Kemudian manajer investasi akan menggunakan dana itu untuk membeli dan menjual saham.

Jenis reksa dana saham ini cocok bagi investor yang memiliki tujuan investasi jangka panjang. Untuk tingkat risiko cukup tinggi karena harga sahaam sangat fluktuatif, namun potensi return juga tinggi.

Baca juga: Laporan Perubahan Modal: Definisi, Fungsi, serta Contoh Laporannya!

Penutup

Jenis investasi reksa dana
sc: Freepik

Jadi reksa dana bisa menjadi pilihan baik bagi investor pemula yang belum memiliki banyak pengetahuan di dunia investasi. Untuk investor pengalaman juga tetap bisa memilih investasi model ini jika anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengelola portofolio investasi secara pribadi.

Untuk jenis reksa dana bisa dipilih sesuai ketersediaan modal. Jika anda hanya memiiliki sedikit dana maka pilih jenis reksa dana yang memiliki jangka waktu pendek atau likuiditas yang tinggi. Bagi para pembisnis pemula yang ingin mengelola keuangan dengan baik untuk persiapan investasi, anda bisa memanfaatkan aplikasi online dari Jebusiness, informasi lebih lanjut bisa hubungi kami via WhatsApp.