Rumus, Contoh, serta Cara Menghitung Pembelian Bersih, Anda Wajib Tahu!

Menghitung Pembelian Bersih

DoranDev Dalam sebuah bisnis, menghitung pembelian bersih jadi langkah yang perlu dilakukan untuk dapat mengetahui nilai transaksi yang sebenarnya. Penghitungan ini juga wajib dilakukan supaya perusahaan bisa mengontrol biaya, mengelola persediaan, hingga meningkatkan profitabilitas dengan lebih optimal.

Oleh sebab itu, melakukan perhitungan pembelian bersih perlu Anda lakukan dengan tepat, supaya hasilnya bisa benar-benar riil dan akurat. Untuk membantu mempermudah Anda menghitungnya, simak penjelasan lengkap mengenai apa itu pembelian bersih, rumus, serta cara menghitungnya yang benar.

Apa Itu Pembelian Bersih?

Menghitung Pembelian Bersih
Source: freepik

Apa itu pembelian bersih? Pembelian bersih atau net purchase merupakan total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menyediakan barang dagangan yang akan dijual kepada pelanggan. Jumlah yang dianggap sebagai pembelian bersih akan dihitung setelah dikurangi dengan potongan harga, retur pembelian, atau diskon dari supplier.

Istilah ini dipakai untuk menggambarkan pengeluaran riil yang benar-benar dilakukan perusahaan dalam proses pengadaan barang. Baik yang dibayarkan secara tunai maupun kredit kepada supplier. Penjualan bersih juga jadi salah satu aspek penting dalam dunia akuntansi karena menjadi komponen utama dalam menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP).

Baca juga: Panduan Memilih Jasa Pengiriman Barang yang Tepat untuk Bisnis Anda

Rumus Menghitung Pembelian Bersih

Net Purchase
Source: freepik

Adapun rumus yang bisa digunakan untuk menghitung pembelian bersih adalah sebagai berikut.

Pembelian Bersih = (Pembelian Kotor + Ongkos Kirim) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

Keterangan:

  • Pembelian Kotor: Jumlah keseluruhan pembelian yang dilakukan perusahaan selama periode tertentu, sebelum dikurangi dengan retur atau potongan dalam bentuk apapun.
  • Ongkos Kirim: Besaran biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengirimkan barang dari supplier ke tempat usaha.
  • Retur Pembelian: Nilai barang yang dikembalikan ke supplier karena alasan tertentu, seperti cacat, rusak, atau tidak sesuai dengan pesanan.
  • Potongan Pembelian: Segala bentuk potongan harga yang diberikan supplier kepada perusahaan, baik berupa cashback, diskon, atau bentuk potongan harga lainnya.

Baca juga: Apa Itu Document Management System dan Perannya dalam Efisiensi Bisnis

Cara Menghitung Pembelian Bersih

Net Purchase
Source: freepik

Setelah mengetahui rumus perhitungannya, kini Anda perlu memahami cara menghitung net purchase menggunakan rumus tersebut.

1. Menentukan Harga Barang

Tahap pertama untuk menghitung net purchase adalah dengan mengetahui harga barang sebelum mendapatkan potongan atau diskon. Harga ini merupakan harga asli barang sebelum dikurangi dengan potongan tertentu atau penawaran khusus dari supplier.

2. Menghitung Total Potongan Harga

Kemudian, hitung total diskon atau potongan harga yang diberikan saat melakukan pembelian. Potongan harga yang dimaksud dapat berupa diskon nilai atau diskon persentase barang.

Untuk menemukan besaran potongan harga yang ada pada produk, Anda bisa menjumlahkan semua potongan harga yang diberikan pada pembelian tersebut. Hasilnya akan menunjukkan berapa besar total potongan harga dari supplier terhadap produk yang Anda beli tersebut.

3. Mengurangi Potongan Harga dan Harga Barang 

Langkah selanjutnya dengan mengurangi jumlah potongan tersebut dengan harga barang asli. Jumlah harga barang yang telah dikurangi dengan potongan harga akan menjadi besaran biaya yang perlu Anda bayarkan untuk membeli produk tersebut.

4. Tambahkan Biaya Tambahan 

Anda juga perlu memperhatikan kemungkinan adanya biaya tambahan lain selain potongan harga. Misalnya biaya pengiriman, biaya administrasi, atau mungkin pajak. Biaya-biaya tersebut bisa Anda ketahui di awal sebelum menghitung net purchase.

Jika produk yang dibeli memiliki biaya tambahan, Anda perlu menambahkan besaran biaya tersebut ke dalam harga barang yang sudah mendapat potongan. Jumlah ini bisa Anda jadikan pertimbangan untuk menghitung besaran net purchase dari produk yang ingin Anda beli.

Contoh Menghitung Net Purchase

Menghitung Net Purchase
Source: freepik

PT A melakukan pembelian peralatan dengan nilai pembelian kotor sebesar Rp12.000.000. Pembelian ini dikenakan biaya pengiriman sebesar Rp750.000. Akan tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan terdapat barang cacat senilai Rp1.000.000 yang dikembalikan. Perusahaan pun mendapatkan potongan harga sebesar Rp250.000 dari supplier. Lalu, berapa net purchase yang akan Anda keluarkan untuk membeli produk tersebut?

Diketahui:

  • Pembelian kotor: Rp12.000.000
  • Biaya pengiriman: Rp750.000
  • Retur pembelian: Rp1.000.000
  • Potongan pembelian: Rp250.000

Pembelian Bersih = (Pembelian Kotor + Ongkos Kirim) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

  • Pembelian bersih = (Rp12.000.000 + Rp750.000) – (Rp1.000.000 + Rp250.000)
  • Pembelian bersih = Rp12.750.000 – Rp1.250.000 = Rp11.500.000

Jadi, net purchase PT A untuk periode tersebut adalah sebesar Rp11.500.000.

Baca juga: Memahami 6 Jenis Ekspedisi dan Fungsinya untuk Bisnis Anda

Penutup

Menghitung Pembelian Bersih
Source: freepik

Demikian penjelasan lengkap mengenai cara menghitung pembelian bersih atau net purchase yang bisa Anda aplikasikan pada bisnis. Net purchase menjadi sebuah informasi yang sangat penting yang bisa Anda gunakan untuk menyusun laporan keuangan secara lebih akurat. Selain itu, informasi ini juga bisa Anda manfaatkan untuk mengatur stok dengan lebih tepat dan mengambil keputusan pembelian yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Tidak hanya melalui proses pembelian barang, Anda juga bisa melakukan pemantauan dan pengaturan stok secara real-time dengan menggunakan aplikasi seperti Jebusiness. Dengan aplikasi ini, pengelolaan bisnis dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tentunya terjangkau oleh berbagai kalangan bisnis.