Rumus Modal Akhir, Definisi dan Cara Menghitungnya dalam Bisnis!

Rumus Modal Akhir

DoranDev – Mengetahui rumus modal akhir merupakan kewajiban bagi para pelaku bisnis. Modal akhir menjadi salah satu indikator yang dapat menjelaskan kondisi keuangan di akhir periode tertentu. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk bisa menghitung modal untuk memantau kondisi keuangan dari bisnis yang Anda jalankan.

Modal akhir akan dicatat dalam laporan perubahan modal atau laporan perubahan ekuitas perusahaan. Nantinya, pemilik bisnis dapat memanfaatkan data tersebut untuk membuat sebuah keputusan bisnis, seperti diversifikasi dan ekspansi.

Apa Itu Modal Akhir?

Rumus Modal Akhir
Source: freepik

Sebelum mengetahui rumus modal akhir, Anda perlu mengetahui definisi dari modal akhir itu sendiri. Modal akhir merupakan sejumlah dana yang dimiliki oleh perusahaan pada akhir periode fiskal. Biasanya, dana ini bisa Anda temukan pada laporan laba rugi perusahaan yang nantinya akan digunakan sebagai modal awal di periode selanjutnya.

Modal akhir menjadi salah satu informasi yang sangat penting di dalam analisa keuangan. Sebab, informasi ini bisa memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai keuangan sebuah bisnis di suatu periode tertentu. Apabila perusahaan mendapatkan laba, maka modal awal perusahaan tersebut akan bertambah. Sebaliknya, saldo perusahaan akan berkurang apabila perusahaan mengalami kerugian.

Baca juga: Apa Itu Annual Report? Simak Penjelasan, Isi, dan Fungsi Bagi Perusahaan!

Komponen Perhitungan Modal Akhir

Business Report
Source: freepik

Sebelum mengetahui cara menghitung modal akhir, Anda perlu memahami apa saja komponen yang termasuk ke dalam perhitungan modal akhir. 

1. Modal Awal

Modal awal merupakan sejumlah dana yang diperlukan untuk memulai sebuah bisnis atau usaha. Dana ini adalah keseluruhan modal yang nantinya akan dipergunakan untuk keperluan produksi yang berkelanjutan. Umumnya, modal awal dapat terdiri atas modal investasi, modal kerja, dan juga modal operasional. 

2. Laba atau Rugi

Komponen selanjutnya adalah laba atau rugi. Laba merupakan keuntungan yang didapatkan dari kegiatan operasional bisnis di akhir periode penjualan. Keuntungan ini dapat dihitung dengan mengurangkan nilai pendapatan dan biaya. 

Apabila nilai yang ada pada pendapatan lebih besar daripada biaya, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami keuntungan. Sebaliknya, apabila biaya yang dibutuhkan lebih besar daripada pendapatan, maka ini bisa dicatat sebagai sebuah kerugian.

3. Prive

Terakhir adalah komponen prive. Prive diartikan sebagai tindakan pengambilan uang perusahaan yang dilakukan oleh pemilik bisnis, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan bisnis. Pemilik bisnis bisa mendapatkan dana tunai sebagai pengganti dari kepemilikan sebagian modal dalam bisnis. Nantinya, pengambilan prive akan dicatatkan sebagai akun pengurang modal atau sisa modal dari perusahaan tersebut.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Business Acumen dan Fungsinya dalam Bisnis, Apa Saja?

Cara Menghitung Modal Akhir

Cara Menghitung Modal Akhir
Source: freepik

Sebelum menghitung modal akhir, Anda perlu memahami bahwa ada beberapa rumus modal akhir yang dapat digunakan, tergantung pada posisi laba dan rugi perusahaan tersebut. Biasanya, rumus modal akhir baru bisa diterapkan setelah perusahaan menyusun laporan laba rugi.

Sebab, pelaku usaha baru bisa menentukan rumus mana yang paling tepat untuk digunakan setelah melihat laporan laba dan rugi perusahaan tersebut. Beberapa jenis rumus untuk menghitung modal akhir yang bisa Anda gunakan adalah sebagai berikut.

1. Saldo Laba

Apabila perusahaan berhasil mendapatkan keuntungan, modal akhir perusahaan bisa diketahui dengan menggunakan rumus berikut ini:

Modal Akhir= Modal Awal + (Laba – Prive)

Umumnya, hasil perhitungan menggunakan saldo laba akan lebih besar daripada modal awalnya.

Contoh:

Tempat usaha fotokopi yang baru mulai beroperasi telah mengeluarkan modal dengan rincian sebagai berikut:

  • Total modal investasi= Rp21.000.000
  • Total modal kerja= Rp270.000
  • Total modal operasional= Rp1.400.000

Dalam kurun waktu 1 bulan, tempat usaha tersebut berhasil mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp1.000.000. Kemudian, pemilik usaha mengambil dana sebesar Rp500.000. Berapa modal akhir yang ada pada tempat usaha tersebut?

Modal awal = Modal investasi + Modal kerja + Modal operasional

= Rp21.000.000 + Rp270.000 + Rp1.400.000

= Rp22.670.000

Modal akhir = Modal awal + (Laba – Prive)

= Rp22.670.000 + (Rp1.000.000 – Rp500.000)

= Rp23.170.000

2. Saldo Rugi

Namun, apabila bisnis tersebut mengalami kerugian Anda bisa menggunakan rumus perhitungan modal akhir seperti berikut ini.

Modal Akhir= Modal Awal – (Rugi – Prive)

Sementara itu, hasil perhitungan dengan saldo rugi akan menghasilkan saldo rugi kurang dari jumlah awal modal yang digunakan oleh perusahaan.

Apabila dihitung dengan contoh soal di atas dengan kerugian yang didapatkan adalah Rp1.000.000 dengan prive Rp500.000, maka modal akhir tempat usaha fotokopi tersebut adalah sebagai berikut:

 Modal awal = Modal investasi + Modal kerja + Modal operasional

= Rp21.000.000 + Rp270.000 + Rp1.400.000

= Rp22.670.000

Modal Akhir = Modal Awal – (Rugi – Prive)

= Rp22.670.000 – (Rp1.000.000 – Rp500.000)

= 22.170.000

Baca juga: Apa Itu CRM dan Manfaatnya untuk Bisnis Anda

Penutup

Modal Akhir
Source: freepik

Menghitung modal akhir dapat membantu Anda untuk membuat laporan keuangan jadi lebih akurat dan memantau operasional bisnis dengan lebih mudah. Selain itu, para pelaku usaha juga bisa memanfaatkan Jebusiness sebagai aplikasi bisnis online terbaik untuk memudahkan proses promosi, pengaturan stock, hingga melakukan transaksi dalam bisnis Anda.