DoranDev – Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan kemunculan ide bisnis menarik, yaitu Laundry Majapahit. Bisnis cuci baju ini dijalankan oleh seorang ibu-ibu dengan nama akun TikTok @yatimajapahit. Melalui media sosial tersebut, bu Yati memperkenalkan usaha laundrynya yang sangat unik dan tak biasa di jaman serba modern ini. Meski begitu banyak konten kreator lain yang penasaran dan mencoba sendiri jasa Laundry Majapahit milik bu Yati. Sejak itulah, usaha ini semakin dikenal masyarakat luas dan membuat banyak orang ingin mencoba pengalaman tersebut.
Apa Itu Laundry Majapahit?

Laundry Majapahit merupakan usaha jasa cuci baju yang dibuat oleh ibu Yati dan diperkenalkan dalam sebuah video TikTok @yatimajapahit. Berbeda dengan laundry pada umumnya, di mana pelanggan akan menaruh baju kotor lalu membayar sebanyak baju yang akan dicucikan, di laundry ini pelanggan harus mencuci bajunya sendiri.
Uniknya, mereka mencuci menggunakan papan gilas dari kayu dan duduk bersama dengan pelanggan lain. Saat datang, pelanggan akan menimbang baju kotor yang dihargai Rp2000 per kilo dan mendapat satu sachet deterjen cair Rinso. Selain itu, pelanggan juga bisa menggunakan setrika dengan gratis dengan gratis setelah baju kering.
Kenapa Bisnis Laundry Ini Viral?
Bisnis Laundry Majapahit dijalankan degan mengusung konsep “mengenang masa lalu”. Sang pemilik mengaku bahwa dulu dirinya pernah bekerja sebagai buruh cuci baju secara manual. Dari itulah bu Yati ingin menghidupkan kembali tradisi mencuci dengan tangan dan papan gilas.
Konsep yang bertolak belakang dengan masa modern ini, membuat para kreator konten ikut penasaran untuk mencobanya. Saat datang seorang selebgram, ia pun terkejut karena harus mencuci pakaiannya sendiri tanpa mesic cuci. Namun, setelah ia mencoba, selebgram itu mulai merasakan pengalaman yang menyenangkan.
Dari pengalaman selebgram yang dibagikan melalui media sosialnya, kini fenomena Laundry Majapahit telah dikenal oleh masyarakat luas. Mereka pun menyoroti bahwa pelanggan yang datang tak semata-mata untuk mencuci baju, melainkan mencari kesempatan dan ruang untuk saling berinteraksi di tengah hiruk pikuk kehidupan di kota.
Baca juga: Mudah Saja, Ini Tips dan Cara Budidaya Ikan Lele yang Bisa Anda Coba!
Strategi Apa yang Bisa Dipelajari?

Fenomena Laundry Majapahit kini menjadi sorotan oleh beberapa pihak. Bahkan ada yang mengulas secara mendalam tentang bagaimana sang pemilik laundry membuat usahanya semakin dikenal di masyarakat luas. Hal paling menarik, salah satunya kemunculan produk tunggal dalam video tersebut, yaitu Rinso.
Jika diperhatikan sekilas, bu Yati hanya menjalankan bisnisnya yang sangat menarik dan nyeleneh. Kemudia semakin viral karena banyak pelanggan yang membuat video testimoni. Namun, semua strategi itu seolah sudah diatur oleh brand besar yang muncul dalam konten.
Model marketing seperti ini sering dikenal dengan UGC (user genarated Content), di mana para pelanggan mempromosikan produk yang ia gunakan melalui konten seperti teks, foto, hingga video. Sehingga strategi seperti ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap produk semakin tinggi, karena menganggap bahwa itu murni dari pelanggan.
Dalam kasus ini, seolah brand sabun cuci tersebut mengetahui bahwa UGC marketing bisa dirancang dengan cara direkam senatural mungkin, tanpa ada interaksi langsung antara pengguna dan brand. Mereka juga tak perlu mendapat keuntungan melalui penjualan langsung. Namun, efek viral dari para pelanggan sudah bisa membuat orang lain mengingat brand mereka.
Dari narasi “Hanya bayar 2000 sudah mendapat satu sachet rinso, dengan sistem mencuci sendiri dengan tangan,” telah meninggalkan kesan bahwa produk ini menunjukkan keunggulannya. Salah satu pelanggan yang menunjukkan bahwa jersey kotornya bisa menjadi bersih dengan merendamnya sebentar, akan menarik orang lain untuk ikut mencoba.
Keunggulan strategi UGC
Strategi UGC juga bisa diadaptasi bagi siapapun yang memiliki brand untuk dipromosikan. Keunggulan lain dari UGC marketing yang alami, pelaku bisnis bisa memangkas biaya iklan, bahkan cara seperti ini jauh lebih bagus daripada melakukan promosi langsung untuk berjualan.
Caranya, anda harus menyiapkan cerita sealami mungkin dan aneh, lalu beri ruang agar netizen bisa berinteraksi. Pastikan isi konten tidak untuk berjualan secara langsung, dan buat orang penasaran dengan aktivitas dalam konten.
Baca juga: Pemula Wajib Tahu! Ini Tips dan Cara Memulai Bisnis Fashion Anda Sendiri
Penutup

Jadi itulah alur viralnya usaha Laundry Majapahit yang dimulai oleh bu Yati. Berangkat dari pengalamannya di masalalu, kemudian dikemas ulang dengan konsep yang sama persis membuat banyak orang penasaran dan menjadi pelanggan. Kemudian, setelah merasakan pengalaman itu, mereka mendapatkan sesuatu yang tadinya tidak terpikirkan.
Interaksi hangat antar pelanggan membuat mereka nyaman dan menginginkan untuk kembali ke temppat tersebut. Setelah itu, mereka datang tak lagi untuk mencuci, melainkan memanfaatkan ruang untuk saling berbagi bercerita. Hebatnya lagi, tak hanya pelanggan langsung, tapi para netizen juga merasa mendapat ruang untuk berinteraksi.
Strategi itulah yang sebenarnya menjadi tujuan bagi brandtertentu untuk tetap eksis di Tengah Masyarakat, jika memang ini merupakan UGC marketing yang sudah tertata rapi hingga sangat terlihat alami. Sementara itu, lokasi tepat untuk Laundry Majapahit ini belum diketahui, hanya saja dalam konten terindikasi bahwa bisnis tersebut ada di tengah perumahan padat di Kota Surabaya.
Bu Yati memanfaatkan rooftop untuk lokasi para pelanggan mencuci bajunya. Bagi anda yang ingin menajalankaan manajemen bisnis dengan baik, manfaatkan aplikasi bisnis Jebusiness dari DoranDev. Indormasi lebih lanjut hubungi via WhatsApp.


