Mudah Saja, Ini Tips dan Cara Budidaya Ikan Lele yang Bisa Anda Coba!

Ternak Lele

DoranDevSaat ini, ada banyak cara budidaya ikan lele yang bisa Anda tiru untuk memulai bisnis. Sebagai salah satu komoditas bahan makanan yang populer di Indonesia, membudidayakan ikan lele tentu jadi model bisnis yang sangat menarik untuk dilakukan.

Ikan lele memiliki banyak kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, seperti protein, mineral, hingga vitamin B12. Dengan kandungan nutrisi yang melimpah, dan proses pembudidayaan yang tidak begitu sulit. Tak heran apabila ide bisnis ini jadi salah satu yang paling menggiurkan. Meski begitu, Anda tetap membutuhkan usaha, dedikasi, serta keterampilan yang baik untuk membuat bisnis ini berhasil.

Cara Budidaya Ikan Lele

Supaya Anda dapat berhasil dalam melakukan budidaya ikan lele, ada beberapa panduan yang sebaiknya Anda ikuti. 

1. Tentukan Lokasi yang Tepat 

Cara Budidaya Ikan Lele
Source: deheus

Tahap pertama dalam proses budidaya ikan lele adalah dengan menentukan lokasi dan mempersiapkan kolam ikan lele yang akan digunakan. Lokasi yang dipilih haruslah memiliki akses air yang cukup, baik dari sumber alami maupun dari sumur bor. Anda juga perlu memastikan ketersediaan lahannya cukup untuk membuat kolam pemeliharaan dan aksesibilitas yang baik.

Kolam harus memiliki kedalaman yang cukup, sirkulasi air yang baik, dan sistem pengelolaan limbah yang efektif untuk menjaga kualitas air tetap baik. Pastikan juga kolam yang Anda buat tidak terhadang dari sinar matahari supaya penetrasi dari sinar tersebut dapat menjaga kualitas air budidaya secara optimal. 

Ada banyak jenis kolam yang biasa digunakan untuk membudidayakan ikan lele, seperti kolam terpal, kolam tanah, kolam semen, jaring apung, Setiap jenis kolam memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti ketersediaan tenaga kerja, kondisi lingkungan, hingga sumber dana yang Anda miliki untuk menjalankan bisnis ini.

2. Memilih Benih Berkualitas

Setelah Anda menentukan lokasi dan kolam budidaya ikan lele, tahap selanjutnya adalah mulai mencari indukan atau benih ikan lele yang berkualitas. Pastikan benih lele yang dipilih merupakan bibit yang berkualitas, bebas dari penyakit, dan memiliki pertumbuhan yang baik.

Beberapa benih ikan lele yang sehat juga bisa Anda temukan dengan ciri-ciri tidak memiliki luka atau cacat di tubuh, memiliki gerakan yang lincah, bebas dari bibit penyakit, dan memiliki gerakan renang yang normal. Untuk mengetahui pergerakan renang ini, Anda bisa memposisikan benih di arus air. Apabila benih bisa berenang menantang air dan bertahan di arus tersebut, berarti gerakan renangnya normal.

Baca juga: 7 Contoh Visi dan Misi Usaha Kecil yang Bisa Anda Tiru, Simak Ya!

3. Pemberian Pakan Ikan Lele 

Pakan Ikan Lele
Source: deheus

Upayakan selalu memberikan pakan yang seimbang dengan kualitas terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan kualitas lele yang optimal. Sebagai salah satu jenis ikan karnivora, sangat disarankan untuk dapat memberi pakan dengan kandungan protein hewani. Umumnya, kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah Protein 30%, Lemak 4-16%, Karbohidrat 15-20%, hingga Vitamin dan Mineral.

Setiap hari, ikan lele membutuhkan asupan makanan sebanyak 3-6% dari bobot tubuhnya, sehingga Anda perlu melakukan pendataan secara berkala dengan melakukan penimbangan setiap 10 hari sekali untuk menyesuaikan jumlah pakan yang diberikan.

4. Memperhatikan Kualitas Air Kolam 

Cara selanjutnya adalah dengan memperhatikan kualitas air supaya tetap terhindar dari timbunan sisa pakan yang tidak habis dan tertimbun di dasar kolam. Pasalnya, sisa pakan, kotoran ikan (feses dan urin), hingga bangkai ikan atau tanaman mati bisa menyebabkan gas amonia atau hidrogen sulfida.

Apabila gas tersebut sudah muncul, hal ini dapat menimbulkan bau busuk di area sekitar kolam. Apabila hal ini terlanjur terjadi, Anda harus membuang sepertiga air yang berada di bawah, lalu mengisinya dengan yang baru. Biasanya, frekuensi pembuangan air akan tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Jika ternyata ikan menyisakan banyak pakan setelah diberi makan, maka Anda harus lebih sering melakukan pergantian air.

Baca juga: 10 Ide Usaha di Kampung yang Punya Peluang Besar!

5. Pengelolaan Kebersihan dan Kesehatan Kolam

Cara Budidaya Ikan Lele
Source: gdm

Agar bibit ikan lele dapat berkembang dengan sehat dan optimal, pastikan Anda selalu melakukan pengelolaan baik pada kebersihan kolam maupun kesehatan ikan lele Anda. Mulai dari pengelolaan kebersihan kolam, kelebihan pakan, serta mengontrol suhu kolam.

Anda juga perlu menjaga supaya lele tidak mati karena munculnya hama. Ada beberapa jenis hama yang kerap ditemui pada ikan lele. Pertama adalah hama predator seperti linsang, burung, ular, sero, serta musang air. Sementara jenis hama lain adalah hama pesain seperti ikan mujair.

Ada pula jenis hama penyakit yang biasa hinggap pada ikan lele, yaitu protozoa, virus, dan bakteri. Jenis penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme ini memiliki potensi untuk menyebabkan kematian pada ikan.

6. Proses Pemanenan Ikan Lele

Umumnya, proses pemanenan ikan lele dapat Anda lakukan dalam kurun waktu 2,5 – 3,5 bulan. Rata-rata, Anda bisa mendapatkan kurang lebih 8-12 ekor ikan lele setiap kilonya. Sebelum Anda memanen ikan lele tersebut, ada baiknya untuk tidak memberikan pakan pada ikan lele hingga 24 jam. Hal ini dilakukan supaya ikan lele tidak membuang kotorannya ketika sedang dipanen. 

Kemudian, lakukan penyortiran berdasarkan ukuran sebelum Anda menjualnya. Hal ini akan berdampak cukup signifikan terhadap harga jual ikan lele tersebut dan tentunya memperbesar keuntungan bisnis yang akan Anda dapatkan.

7. Monitoring dan Evaluasi

Tahap terakhir adalah dengan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pertumbuhan ikan lele secara berkala. Segera lakukan perbaikan atau penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya.

Baca juga: Panduan 8 Langkah Cara Memulai Usaha Kuliner untuk Pemula

Penutup

Cara Budidaya Ikan Lele
Source: mongabay

Jika dilihat secara keseluruhan, melakukan budidaya ikan lele tidaklah sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin proses budidaya ini berhasil. Mulai dari proses penentuan tempat pembibitan, menentukan kualitas benih, pembesaran benih, hingga proses perawatan dan kesehatan ikan lele, semua memiliki peranan penting dalam kesuksesan bisnis ini.

Namun, agar bisnis dapat terus bertahan Anda tidak bisa hanya bergantung pada produk saja, tetapi juga pada proses manajemen bisnis yang baik. Mulai dari layanan pelanggan, pencatatan stok, hingga pencatatan keuangan. Jika Anda ingin proses ini dapat dijalankan dengan lebih mudah, Anda bisa memanfaatkan aplikasi bisnis Jebusiness dari DoranDev. Hubungi WhatsApp ini untuk konsultasi lebih lanjut terkait bisnis ikan lele yang Anda jalankan.