Ketahui Arti, Faktor, Manfaat, hingga Cara Menghitung Biaya Penyusutan, di Sini!

Cara Menghitung Biaya Penyusutan

DoranDevDalam perhitungan bisnis, nilai dari aset-aset yang dimiliki perusahaan akan semakin berkurang, seiring dengan waktu dan penggunaannya. Untuk itu, Anda perlu memahami cara menghitung biaya penyusutan, supaya Anda dapat mengetahui nilai aset pada bisnis dari waktu ke waktu.

Nantinya, informasi yang Anda dapatkan dari nilai aset tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi bisnis dalam laporan keuangan perusahaan. Selain itu, apa saja manfaat lain, faktor untuk menghitung, serta cara menghitung depresiasi aset ini? Berikut informasi lengkapnya untuk Anda.

Apa Itu Biaya Penyusutan?

Biaya Penyusutan
Source: freepik

Biaya penyusutan atau depresiasi merupakan biaya pengurangan nilai dari suatu barang atau aset. Hal ini dapat terjadi karena adanya pemakaian, berjalannya waktu, hingga berakhirnya umur manfaat dari aset tersebut. 

Pada laporan keuangan, nilai aset ini akan dihitung dengan mengurangi harga beli dan total penyusutan yang telah terjadi. Dengan begitu, biayanya tidak akan dibebankan sekaligus ketika aset tersebut dibeli, melainkan dikurangi secara bertahap selama bertahun-tahun. Cara seperti ini akan sangat membantu perusahaan untuk mencatatkan nilai barang dengan lebih realistis dalam laporan keuangan mereka.

Manfaat Perhitungan Biaya penyusutan

Biaya Penyusutan
Source: freepik

Ada beberapa manfaat yang dapat perusahaan dapatkan dengan menghitung depresiasi ini, di antaranya:

1. Membantu Menilai Biaya Operasional

Adanya depresiasi dapat menunjukkan besarnya investasi perusahaan terhadap aset tetap yang mereka miliki. Tentunya hal ini dapat membantu bisnis menilai, apakah aset-aset tersebut sepadan dengan biaya yang perlu dikeluarkan, seperti biaya awal, tingkat produksi, hingga biaya perawatannya.

Mengetahui nilai depresiasi ini juga bisa membantu memutuskan, apakah Anda perlu menambah, mengurangi, atau memperluas pengeluaran pada aset tetap supaya tujuan bisnis dapat segera tercapai.

2. Memberikan Pengurangan Pajak

Manfaat lain dari adanya depresiasi adalah dapat mengurangi pajak karena dianggap sebagai beban operasional. Artinya, perusahaan dapat mengurangi beban pajak yang harus mereka bayarkan atas inventaris pada mesin dan peralatan yang dipakai dalam operasional.

3. Mempermudah Proses Pengambilan Keputusan

Selanjutnya, depresiasi bisa dipakai untuk mengamati potensi penghematan dan merencanakan langkah yang bisa Anda ambil untuk menjalankan atau memperbesar cakupan bisnis dengan lebih baik. 

Contohnya, apabila Anda memiliki rencana untuk menambah kapasitas produksi.  Nantinya, perhitungan ini bisa membantu menentukan dan mengalokasikan anggaran yang tepat untuk membeli aset tambahan tersebut.

4. Mengurangi Biaya Operasional

Biaya penyusutan juga berguna untuk membantu bisnis dalam mengelola aset tetap mereka dengan lebih efisien. Salah satunya adalah dengan menentukan waktu terbaik untuk menambah peralatan produksi baru atau meningkatkan kemampuan produksi mereka. Hal ini juga dapat mengimbangi penurunan arus kas perusahaan dengan mengoptimalkan aset yang memiliki umur pakai terbatas.

Baca juga: Cara Mudah Membuat Kwitansi Pembayaran yang Bisa Anda Coba!

Faktor-Faktor dalam Menghitung Biaya Penyusutan

Cara Menghitung Biaya Penyusutan
Source: freepik

Untuk dapat menghitung biaya penyusutan, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan, meliputi:

1. Biaya Aset

Biaya aset merupakan biaya awal yang perlu dikeluarkan untuk bisa mendapatkan barang/ aset tersebut. Termasuk di dalamnya pajak penjualan yang perlu dibayarkan atau diskon yang bisa Anda terima. Anda juga bisa menyertakan biaya lain yang terkait dengan pembelian aset tersebut yang membuat aset tersebut bisa digunakan, seperti biaya pemasangan, komisi, asuransi, atau biaya pengiriman.

2. Nilai Residu/ Nilai Sisa

Nilai residu atau sisa aset adalah nilai taksiran ketika aset tersebut telah mencapai akhir masa manfaatnya. Umumnya, nilai sisa ini akan berupa perkiraan yang bisa Anda hitung dari harga jual aset dikurangi dengan biaya yang Anda butuhkan untuk menjual aset tersebut.

3. Perkiraan Masa Pakai Aset

Perkiraan masa pakai aset adalah lamanya waktu aset tersebut dapat Anda digunakan sebelum akhirnya tidak dapat berfungsi lagi. Ketika menghitung perkiraan masa pakai ini, Anda tidak hanya melihat berapa lama aset tersebut dapat bertahan secara fisik, tapi juga seberapa lama aset tersebut bisa digunakan untuk menunjang kegiatan usaha Anda.

4. Metode Depresiasi

Faktor terakhir yang dapat memengaruhi perhitungan depresiasi adalah cara Anda menghitung penyusutan itu sendiri. Terdapat beberapa metode yang bisa dipakai dan dapat Anda pilih sesuai dengan manfaat yang akan didapatkan dari aset tersebut. 

Baca juga: 12 Toko Online Terbaik di Indonesia, Pilihan Tepat untuk Segala Kebutuhan

Cara Menghitung Biaya Penyusutan

Biaya Penyusutan
Source: freepik

Untuk mendapatkan perhitungan depresiasi, ada beberapa metode yang bisa Anda pilih dan gunakan sesuai dengan kondisi dalam perusahaan Anda, yakni:

1. Metode Garis Lurus (Straight-Line Methode)

Metode pertama adalah metode straight-line atau garis lurus. Cara ini akan mengalokasikan jumlah yang sama setiap tahunnya, selama masa manfaat aset tersebut dapat dirasakan. 

Metode ini merupakan metode paling sederhana dan paling sering digunakan dalam sebuah bisnis. Sebab dalam perhitungannya hanya akan membagi nilai penyusutan secara merata selama masa penggunaan aset tersebut. Adapun rumus dan contoh menghitungnya adalah sebagai berikut:

Biaya Penyusutan = (Biaya Perolehan Aset – Nilai Sisa yang Diharapkan) / Estimasi Masa Manfaat Aset

Contoh: Suatu perusahaan membeli mesin produksi seharga Rp200.000.000 dengan nilai residu Rp10.000.000 dan masa pakai 10 tahun.

Biaya Penyusutan = (Rp200.000.000 – Rp10.000.000) / 10 = Rp19.000.000

2. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)

Metode selanjutnya yaitu metode saldo menurun yang akan mengalokasikan jumlah lebih besar pada awal masa manfaat aset. Kemudian jumlahnya akan semakin kecil seiring berjalannya waktu, mengingat nilai aktiva akan selalu mengalami penurunan. Berikut adalah rumus dan contoh perhitungan saldo menurun:

Biaya Penyusutan = Nilai Buku Bersih x Tarif Penyusutan

Contoh: Apabila perusahaan X memiliki aset dengan nilai buku awal tahun sebesar Rp 100.000.000 dengan tarif penyusutan sebesar 20%.

Biaya Penyusutan = Rp100.000.000 x 0,20 = Rp20.000.000

3. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the Years’ Digits Method)

Ada pula metode jumlah angka tahun yang dihitung dengan mengambil perkiraan umur aset tersebut dan menjumlahkan digitnya untuk setiap tahun. Jadi, apabila aset tersebut diperkirakan mampu bertahan selama 5 tahun, jumlah digit tahun akan dihitung dengan menambahkan 5 + 4 + 3 + 2 + 1 agar bisa mendapatkan total 15.

Nantinya, setiap digit dibagi dengan jumlah ini untuk menentukan persentase di mana aset tersebut harus disusutkan setiap tahunnya. Dimulai dengan angka tertinggi di tahun 1. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

Biaya Depresiasi = (Sisa Masa Pemakaian Aset / Jumlah Masa Pemakaian Aset) x Nilai Residu.

Catatan: Untuk mengonversi hasil tersebut dari depresiasi tahunan ke bulanan, Anda bisa membagi hasilnya dengan 12.

Contoh: Perusahaan A membeli unit komputer seharga Rp100.000.000 dengan nilai sisa yang diharapkan sebesar Rp10.000.000. Adapun unit komputer tersebut diperkirakan dapat memberi manfaat selama 5 tahun.

Jumlah Angka Tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

Untuk tahun pertama:

Biaya Depresiasi Tahun Pertama = (Rp100.000.000 – Rp10.000.000) x (5 / 15) = Rp30.000.000.

4. Metode Unit Produksi (Units of Production Method)

Terakhir ada metode unit produksi yang dapat Anda gunakan dengan menghitung biaya penyusutan suatu aset tetap berdasarkan penggunaan atau output aset. Contohnya seperti jumlah unit barang yang mampu diproduksi. Berikut adalah rumus depresiasi menggunakan metode ini:

Biaya Depresiasi = [(Biaya Perolehan Aset – Nilai Sisa yang Diharapkan) / Perkiraan Total Produksi] x Realisasi Produksi

Contoh: Bila aset tetap perusahaan berupa sebuah mesin didapatkan dengan biaya sebesar Rp200.000.000, nilai sisa yang diharapkan adalah sebesar Rp20.000.000, serta diperkirakan mampu memproduksi 2 juta unit, maka biaya penyusutannya adalah sebagai berikut.

Biaya Depresiasi = [(Rp200.000.000 – 20.000.000) / 2.000.000 = 90 per unit

Apabila mesin mampu memproduksi 400.000 unit dalam 1 tahun, maka:

Biaya Depresiasi Tahunan = Rp400.000 x 90 per unit = Rp36.000.000

Baca juga: Apa Itu Document Management System dan Perannya dalam Efisiensi Bisnis

Penutup

Cara Menghitung Biaya Penyusutan
Source: freepik

Itulah informasi lengkap mengenai cara menghitung biaya penyusutan beserta rumus, faktor, dan beberapa manfaat yang bisa perusahaan dapatkan. Biaya penyusutan merupakan salah satu elemen yang sangat penting didalam pengelolaan keuangan bisnis. Pasalnya, informasi ini dapat digunakan oleh perusahaan untuk menilai investasi aset, menerima manfaat pajak, hingga mengurangi biaya dalam operasionalnya.

Bagi Anda yang tertarik untuk membuat aplikasi atau katalog online dengan mudah, Anda bisa memanfaatkan aplikasi Jebusiness hanya di DoranDev. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur yang memudahkan Anda dalam mengelola berbagai jenis bisnis secara online.