DoranDev – Bisnis Model Canvas adalah rencana kerja yang merinci ide bisnis dengan cepat. Ini merupakan kerangka manajemen yang biasanya terdiri dalam satu halaman, berguna untuk startup, dan ditemukan oleh Alexander Osterwalder pada tahun 2005. Kerangka tersebut digunakan untuk merencanakan model bisnis, termasuk dalam bisnis makanan. Nah, berikut ini contoh bisnis model canvas makanan yang wajib Anda ketahui.
Tujuan Menggunakan Kerangka Bisnis Model Canvas

Tujuan dari pembuatan bisnis model canvas adalah:
- Memberikan panduan yang jelas kepada pemilik usaha pemula untuk merancang langkah-langkah dasar dalam menjalankan bisnisnya.
- Menggabungkan rencana bisnis ke dalam kerangka yang lebih ringkas dan mudah dipahami.
- Membuat proposal yang inovatif untuk menarik minat investor.
- Menyediakan alat untuk mengevaluasi potensi bisnis dan mengambil keputusan yang lebih baik terkait bisnis yang akan dijalankan.
Pertanyaan Penting untuk BMC
Pertanyaan penting dalam membuat Bisnis Model Canvas (BMC) meliputi:
- Siapa target pembeli produk?
- Apa keunggulan produk dan mengapa konsumen harus membelinya?
- Bagaimana cara mencapai konsumen dan mempromosikan bisnis?
- Bagaimana menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan mengumpulkan testimoni?
- Apa produk yang ditawarkan dan bagaimana menghasilkan pendapatan?
- Strategi apa untuk menciptakan nilai tambah?
- Sumber daya yang dibutuhkan dan aset apa yang diperlukan?
- Siapa pemasok bahan baku dan mitra yang diperlukan?
- Apa pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan bisnis?
Baca juga: Apa Itu Bisnis Model Canvas? Penjelasan dan Elemennya!
Contoh Business Model Canvas Makanan
Berikut adalah contoh Business Model Canvas untuk berbagai jenis makanan yang bisa Anda coba.
1. Katering Sehat

Berikut adalah contoh Business Model Canvas untuk bisnis penjualan katering sehat dengan nama “Healthy Meal Prep” dengan pendekatan yang sesuai:
Segmen Pelanggan:
- Pegiat gym
- Profesional
- orang diet
Proposisi Nilai:
- Makanan sehat
- kalori terkontrol
- siap antar
Saluran Distribusi:
- Website
Hubungan dengan Pelanggan:
- Langganan
- konsultasi gizi
Sumber Pendapatan:
- Paket mingguan/bulanan
Sumber Daya Kunci:
- Chef
- Nutrisionis
- bahan organik
Kegiatan Kunci:
- Menyusun menu
- Produksi
- pengantaran
Mitra Kunci:
- Supplier sehat
- kurir
Struktur Biaya:
- Bahan premium
- Logistik
- Kemasan
2. Frozen Food Rumahan

Berikut adalah contoh Business Model Canvas untuk bisnis frozen food rumahan dengan nama “Ready to Frozen” :
Segmen Pelanggan:
- Ibu rumah tangga
- Reseller
- rumah makan
Proposisi Nilai:
- Homemade
- tanpa pengawet
- praktis
Saluran Distribusi:
- Marketplace
- Reseller
- sosial media
Hubungan dengan Pelanggan:
- Fast response
- repeat order
Sumber Pendapatan:
- Penjualan grosir & eceran
Sumber Daya Kunci:
- Freezer
- Bahan
- alat kemas
Kegiatan Kunci:
- Produksi
- Pengemasan
- Distribusi
Mitra Kunci:
- Kurir
- agen reseller
Struktur Biaya:
- Bahan baku
- Kemasan
- Logistik
3. Dessert Box Rumahan

Berikut adalah contoh Business Model Canvas untuk bisnis Dessert Box Rumahan dengan nama “Dessert Mania” :
Segmen Pelanggan:
- Remaja
- Keluarga
- pecinta dessert
Proposisi Nilai:
- Dessert kekinian
- tampilan cantik
- rasa premium
Saluran Distribusi:
- TikTok Shop
- pemesanan via WA
Hubungan dengan Pelanggan:
- Fast response
- testimoni pelanggan
Sumber Pendapatan:
- Penjualan dessert per box dan paket bundling
Sumber Daya Kunci:
- Kulkas
- bahan premium
- alat baking
Kegiatan Kunci:
- Produksi dessert
- konten media sosia
Mitra Kunci:
- Supplier bahan baking
- jasa pengiriman
Struktur Biaya:
- Bahan
- Kemasan
- Logistik
- konten promosi
4. Steak

Berikut adalah contoh Business Model Canvas untuk bisnis penjualan steak dengan nama “Steak Master” dengan pendekatan yang sesuai:
Segmen Pelanggan (Customer Segments):
- Penggemar daging steak dari berbagai usia
- Konsumen yang mencari pengalaman makan yang mewah
- Pasangan yang ingin merayakan acara istimewa
Proposisi Nilai (Value Propositions):
- Berbagai pilihan daging premium
- Pengalaman makan yang eksklusif
- Layanan khusus dan pelayanan berkualitas
Saluran Distribusi (Channels):
- Restoran fisik Steak Master
- Layanan pemesanan online melalui situs web resmi
- Kerjasama dengan aplikasi pengiriman makanan
Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):
- Pelayanan pelanggan yang ramah
- Responsif terhadap reservasi dan keluhan
- Program loyalitas pelanggan
Sumber Pendapatan (Revenue Streams):
- Penjualan steak dan hidangan pendamping
- Layanan reservasi meja
- Penjualan minuman dan pencucian piring
- Event khusus atau paket makanan untuk acara istimewa
Sumber Daya Kunci (Key Resources):
- Restoran eksklusif dengan dapur berkualitas tinggi
- Koki berpengalaman
- Peralatan masak dan servis yang berkualitas
- Personel pelayanan pelanggan
Kegiatan Kunci (Key Activities):
- Persiapan, memasak, dan penyajian steak
- Mengelola stok dan pesanan
- Meningkatkan kualitas layanan pelanggan
Mitra Kunci (Key Partners):
- Pemasok daging premium
- Aplikasi pengiriman makanan
- Penyedia bahan makanan dan minuman
Struktur Biaya (Cost Structure):
- Gaji karyawan
- Biaya sewa lokasi restoran
- Biaya bahan makanan premium
- Biaya iklan dan promosi
5. Ayam Geprek

Berikut adalah contoh Business Model Canvas untuk bisnis penjualan Ayam Geprek dengan nama “Geprek Mania” dengan pendekatan yang mirip:
Segmen Pelanggan (Customer Segments):
- Pecinta makanan pedas
- Pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantoran
- Orang-orang yang mencari makanan cepat saji yang terjangkau
Proposisi Nilai (Value Propositions):
- Ayam Geprek dengan tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan
- Rasa yang gurih dan renyah
- Harga terjangkau
Saluran Distribusi (Channels):
- Toko fisik Geprek Mania
- Pemesanan online melalui situs web resmi dan aplikasi
- Kerjasama dengan aplikasi pengiriman makanan
Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):
- Layanan pelanggan yang ramah dan responsif
- Program loyalitas pelanggan
- Umpan balik pelanggan melalui media sosial
Sumber Pendapatan (Revenue Streams):
- Penjualan Ayam Geprek dan hidangan pendamping
- Biaya pengiriman untuk pesanan online
- Event khusus atau paket makanan untuk acara tertentu
Sumber Daya Kunci (Key Resources):
- Dapur dengan peralatan masak yang sesuai
- Koki berpengalaman
- Peralatan untuk menggoreng dan mengolah ayam
- Tim pelayanan pelanggan
Kegiatan Kunci (Key Activities):
- Mempersiapkan, memasak, dan mengolah Ayam Geprek
- Menerima pesanan dari pelanggan
- Mengemas dan mengirimkan pesanan
- Menjaga kualitas rasa dan kebersihan
Mitra Kunci (Key Partners):
- Pemasok ayam dan bahan baku
- Pemasok saus dan bumbu
- Aplikasi pengiriman makanan
- Driver ojek online
- Penyedia layanan pembayaran
Struktur Biaya (Cost Structure):
- Pembelian bahan baku
- Sewa tempat jualan atau dapur
- Gaji karyawan
- Biaya iklan dan promosi
Baca juga: Mengenal Apa Itu Model Bisnis, Manfaat, dan Jenisnya!
Selain cara di atas, Anda juga bisa menggunakan model canvas makanan dengan cara seperti di bawah ini:
6. Minuman Coklat

Berikut adalah contoh Bisnis Model Canvas untuk bisnis minuman coklat, yang kita sebut “Choco Delight”:
Value Preposition:
Choco Delight menawarkan minuman coklat premium dengan menggunakan coklat berkualitas tinggi. Kami menggabungkan coklat asli dengan susu segar dan berbagai pilihan topping seperti marshmallow dan whipped cream untuk menciptakan pengalaman minum coklat yang lezat dan memikat. Harganya terjangkau bagi semua kalangan.
Customer Segments:
Target pelanggan Choco Delight adalah orang-orang dari berbagai usia, terutama anak muda, pelajar, pasangan, dan keluarga yang mencari minuman coklat berkualitas tinggi.
Channels:
Promosi Choco Delight dilakukan secara online melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Kami juga memiliki toko fisik di pusat perbelanjaan terkenal. Selain itu, kami mengadakan acara promosi di sekolah-sekolah setempat.
Key Resources:
Sumber daya yang dibutuhkan Choco Delight meliputi peralatan untuk membuat minuman coklat, mesin kopi, kulkas, dan staf yang terlatih untuk melayani pelanggan.
Revenue Streams:
Pendapatan utama Choco Delight berasal dari penjualan minuman coklat kami, baik di toko fisik maupun secara online melalui platform pengiriman makanan.
Customer Relationships:
Kami berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan melalui layanan pelanggan yang responsif dan program loyalitas. Kami juga mengadakan kontes online dan acara tasting untuk melibatkan pelanggan.
Key Activities:
Kegiatan utama Choco Delight termasuk persiapan minuman coklat, pelayanan pelanggan di toko fisik, pengiriman pesanan, manajemen stok, dan pengelolaan keuangan.
Key Partnerships:
Choco Delight bermitra dengan pemasok coklat, pemasok susu, pemasok topping, penyedia platform pengiriman makanan, dan pemilik toko pusat perbelanjaan tempat kami beroperasi.
Cost Structures:
Pengeluaran Choco Delight mencakup biaya bahan baku, sewa toko, gaji karyawan, biaya pemasaran, dan pengeluaran operasional lainnya. Dengan pendapatan bulanan, kami masih mendapatkan keuntungan yang signifikan.
7. Pasta dan Salad

Berikut adalah contoh Bisnis Model Canvas untuk bisnis pasta dan salad, yang kita sebut “Pasta & Salad Haven”:
Value Preposition:
Pasta & Salad Haven menyajikan hidangan pasta dan salad yang segar dan lezat dengan beragam pilihan bahan-bahan berkualitas. Kami mengutamakan rasa, kualitas, dan harga yang terjangkau, sehingga pelanggan dapat menikmati hidangan sehat dan lezat.
Customer Segments:
Target pelanggan Pasta & Salad Haven adalah orang-orang yang peduli akan makanan sehat, termasuk pekerja kantoran, pelajar, keluarga, dan mereka yang mengikuti gaya hidup sehat.
Channels:
Promosi Pasta & Salad Haven dilakukan secara online melalui situs web, media sosial seperti Instagram dan Facebook, serta platform pengiriman makanan. Kami juga memiliki toko fisik di pusat perbelanjaan dan kawasan perkantoran.
Key Resources:
Sumber daya yang dibutuhkan Pasta & Salad Haven meliputi peralatan untuk memasak pasta dan salad, staf yang terlatih, bahan-bahan segar, dan stok bahan makanan.
Revenue Streams:
Pendapatan utama Pasta & Salad Haven berasal dari penjualan hidangan pasta dan salad kami, baik melalui toko fisik maupun pengiriman makanan.
Customer Relationships:
Kami berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan melalui pelayanan yang ramah, program loyalitas, dan layanan pengiriman yang andal. Kami juga mengadakan acara promosi dan sesi demo memasak.
Key Activities:
Kegiatan utama Pasta & Salad Haven termasuk persiapan hidangan pasta dan salad, pelayanan pelanggan, manajemen stok, dan pengelolaan keuangan.
Key Partnerships:
Pasta & Salad Haven bermitra dengan pemasok bahan makanan segar, pemasok pasta, pemasok sayuran, penyedia platform pengiriman makanan, dan pemilik toko pusat perbelanjaan tempat kami beroperasi.
Cost Structures:
Pengeluaran Pasta & Salad Haven mencakup biaya bahan baku, sewa toko, gaji karyawan, biaya pemasaran, dan pengeluaran operasional lainnya. Dengan pendapatan bulanan, kami masih mendapatkan keuntungan yang signifikan.
8. Tahu Bulat

Tahu bulat cukup diminati berbagai kalangan sebagai camilan yang gurih dan nikmat. Harganya pun sangat ramah di kantong, jika Anda tertarik dengan bisnis ini berikut model kanvasnya:
- Customer Segments (Segmen Pelanggan): Usaha tahu bulat menyasar masyarakat dari berbagai kalangan, terutama pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga anak-anak dan remaja yang gemar jajanan murah dan praktis.
- Value Propositions (Proposisi Nilai): Tahu bulat ditawarkan dengan keunggulan digoreng langsung di tempat (dadakan), selalu hangat dan renyah, memiliki berbagai pilihan rasa, serta dijual dengan harga sangat terjangkau. Konsep penjualannya yang unik dengan jingle khas juga menjadi daya tarik tersendiri.
- Channels (Saluran Distribusi): Penjualan dilakukan secara langsung menggunakan mobil atau gerobak keliling yang mangkal di lokasi strategis seperti sekolah, kampus, pasar, dan perumahan. Promosi didukung melalui media sosial untuk menjangkau pelanggan lebih luas.
- Customer Relationships (Hubungan dengan Pelanggan): Hubungan dengan pelanggan dijalin melalui interaksi langsung, pelayanan yang ramah, dan suasana menyenangkan. Loyalitas pelanggan didukung dengan program sederhana seperti bonus pembelian dan respons cepat di media sosial.
- Revenue Streams (Sumber Pendapatan): Pendapatan utama berasal dari penjualan tahu bulat dan minuman pendamping. Selain itu, usaha ini bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari pesanan khusus untuk acara dan peluang kemitraan/franchise.
- Key Resources (Sumber Daya Utama): Sumber daya penting meliputi kendaraan operasional, peralatan memasak, bahan baku seperti tahu dan bumbu, tenaga kerja, serta alat promosi seperti speaker.
- Key Activities (Aktivitas Utama): Aktivitas utama mencakup penggorengan dan penjualan tahu setiap hari, pengelolaan stok bahan baku, distribusi keliling, serta kegiatan promosi baik secara langsung maupun online.
- Key Partnerships (Kemitraan Utama): Usaha ini menjalin kerja sama dengan pemasok tahu dan bumbu, bengkel untuk perawatan kendaraan, produsen kemasan, serta komunitas lokal dan akun promosi untuk mendukung pemasaran.
- Cost Structure (Struktur Biaya): Biaya operasional meliputi pembelian bahan baku, bahan bakar kendaraan, gaji tenaga kerja, promosi, dan perawatan kendaraan. Jika ada, juga termasuk biaya izin lokasi mangkal atau operasional kemitraan.
9. Nasi Goreng

Kuliner satu ini memang tak lekang oleh zaman, mulai restoran hingga kaki lima selalu ada menu ini. Jika Anda ingin memulai bisnis nasi goreng, simak dulu model kanvasnya antara lain:
- Customer Segments (Segmen Pelanggan): Usaha nasi goreng menargetkan pelanggan dari berbagai kalangan, terutama pekerja malam, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum yang mencari makanan cepat saji, mengenyangkan, dan terjangkau—baik untuk makan malam maupun larut malam.
- Value Propositions (Proposisi Nilai): Nasi goreng disajikan dalam kondisi panas, dengan rasa khas Indonesia, pilihan topping beragam (telur, ayam, sosis, seafood), serta harga yang sesuai dengan semua kalangan. Pelayanan cepat, rasa konsisten, dan porsi mengenyangkan menjadi nilai utama yang ditawarkan.
- Channels (Saluran Distribusi): Produk dijual langsung di tempat (warung kaki lima, gerobak, atau outlet), layanan antar sendiri (delivery lokal), dan melalui aplikasi pemesanan online seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
- Customer Relationships (Hubungan dengan Pelanggan): Hubungan dengan pelanggan dibangun lewat pelayanan cepat, ramah, serta menjaga kualitas rasa dan kebersihan. Hubungan jangka panjang dijaga dengan respon cepat terhadap pesanan dan promo khusus untuk pelanggan loyal.
- Revenue Streams (Sumber Pendapatan): Pendapatan utama berasal dari penjualan nasi goreng dan menu pelengkap lainnya (mie goreng, minuman, telur dadar, sate, dll.). Tambahan bisa berasal dari layanan antar, paket hemat, atau pemesanan untuk acara.
- Key Resources (Sumber Daya Utama): Sumber daya penting meliputi gerobak/outlet, peralatan masak (kompor, wajan besar, spatula), bahan baku (beras, bumbu, telur, daging), tenaga kerja (koki dan pelayan), serta kemasan makanan untuk dibawa pulang.
- Key Activities (Aktivitas Utama): Aktivitas utama mencakup persiapan bahan masakan, proses memasak nasi goreng secara cepat, pelayanan langsung atau via aplikasi, menjaga kebersihan, serta promosi baik offline maupun online.
- Key Partnerships (Kemitraan Utama): Bekerja sama dengan supplier bahan baku (beras, bumbu, sayur, daging), penyedia aplikasi food delivery, penyedia kemasan makanan, dan mungkin komunitas kuliner lokal untuk promosi bersama.
- Cost Structure (Struktur Biaya): Biaya utama mencakup pembelian bahan makanan harian, gas atau bahan bakar untuk memasak, gaji karyawan (jika ada), biaya sewa tempat (jika bukan milik sendiri), biaya kemasan, serta biaya komisi aplikasi delivery dan promosi.
10. Kue Kering

Suka dengan jajanan? Setidaknya bisnis makanan kue kering layak untuk dicoba. Apalagi di momen tertentu seperti Lebaran atau Natal, omzet penjualannya dapat meningkat drastis. Berikut model kanvasnya yang bisa Anda gunakan:
- Customer Segments (Segmen Pelanggan): Target pasar mencakup ibu rumah tangga, pekerja kantoran, pelajar, pecinta camilan manis, dan konsumen musiman seperti saat Lebaran, Natal, atau Imlek. Juga menyasar reseller atau toko oleh-oleh yang mencari produk kemasan siap jual.
- Value Propositions (Proposisi Nilai): Kue kering ditawarkan dengan rasa yang enak, tekstur renyah, tampilan menarik, daya tahan lama, serta variasi bentuk dan rasa (nastar, kastengel, lidah kucing, dll.). Dikemas dengan rapi, cocok sebagai oleh-oleh, suguhan tamu, atau hampers.
- Channels (Saluran Distribusi): Penjualan dilakukan melalui toko offline, media sosial (Instagram, Facebook), marketplace (Tokopedia, Shopee), reseller/agen, serta sistem pre-order untuk momen tertentu seperti Hari Raya.
- Customer Relationships (Hubungan dengan Pelanggan): Hubungan dijaga dengan pelayanan responsif, pengemasan aman, pengiriman tepat waktu, serta promo musiman atau diskon khusus untuk pelanggan loyal. Edukasi melalui konten resep dan tips juga bisa menambah nilai hubungan.
- Revenue Streams (Sumber Pendapatan): Pendapatan berasal dari penjualan langsung kue kering satuan atau paket, pesanan hampers untuk acara atau hari besar, dan dari reseller yang membeli dalam jumlah besar. Tambahan juga bisa dari bundling produk.
- Key Resources (Sumber Daya Utama): Sumber daya utama meliputi peralatan produksi (oven, mixer, loyang), dapur produksi, bahan baku (tepung, mentega, telur, gula, keju), tenaga kerja (pembuat kue dan pengemas), serta kemasan dan label produk.
- Key Activities (Aktivitas Utama): Aktivitas utama mencakup produksi kue harian, pengepakan, pengelolaan stok, promosi online, pengiriman pesanan, serta riset rasa dan tren pasar.
- Key Partnerships (Kemitraan Utama): Bermitra dengan supplier bahan baku berkualitas, jasa ekspedisi/pengiriman, marketplace, percetakan label & kemasan, serta influencer atau food blogger untuk keperluan promosi.
- Cost Structure (Struktur Biaya): Biaya terdiri dari bahan baku harian, pengemasan, listrik dan gas untuk produksi, gaji tenaga kerja, promosi digital, biaya pengiriman, serta komisi platform jualan online atau reseller.
11. Seblak

Seblak menjadi salah satu makanan yang semakin populer di Indonesia, terutama di kalangan anak muda yang menyukai cita rasa pedas. Variasi topping yang beragam dan modal usaha yang relatif terjangkau membuat bisnis ini memiliki peluang yang cukup menjanjikan. Jika Anda tertarik menjalankan usaha seblak, berikut contoh Business Model Canvas yang bisa dijadikan referensi:
Segmen Pelanggan (Customer Segments):
- Pecinta makanan pedas
- Pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantoran
- Keluarga yang mencari makanan dengan harga terjangkau
Proposisi Nilai (Value Propositions):
- Tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan
- Pilihan topping yang beragam
- Rasa gurih dengan harga terjangkau
Saluran Distribusi (Channels):
- Gerai atau warung seblak
- Pemesanan online melalui situs web dan aplikasi
- Kerja sama dengan aplikasi pengiriman makanan
Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):
- Pelayanan yang cepat dan ramah
- Program promo dan diskon pelanggan
- Interaksi melalui media sosial
Sumber Pendapatan (Revenue Streams):
- Penjualan seblak dan minuman pendamping
- Penjualan topping tambahan
- Paket hemat dan paket keluarga
Sumber Daya Kunci (Key Resources):
- Dapur dan peralatan memasak
- Bahan baku segar
- Karyawan produksi dan pelayanan
Kegiatan Kunci (Key Activities):
- Menyiapkan bahan baku
- Memasak sesuai pesanan
- Menjaga kualitas rasa dan kebersihan
Mitra Kunci (Key Partners):
- Pemasok kerupuk dan bumbu
- Supplier sayuran dan topping
- Aplikasi pengiriman makanan
- Penyedia kemasan
Struktur Biaya (Cost Structure):
- Pembelian bahan baku
- Sewa tempat usaha
- Gaji karyawan
- Biaya promosi dan operasional
12. Bakso

Bakso merupakan salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia yang tidak pernah sepi peminat. Mulai dari gerobak kaki lima hingga restoran, makanan ini memiliki pasar yang sangat luas. Jika Anda ingin memulai usaha bakso, berikut contoh Business Model Canvas yang dapat dijadikan acuan:
Segmen Pelanggan (Customer Segments):
- Keluarga
- Pelajar, mahasiswa, dan pekerja
- Pecinta kuliner khas Indonesia
Proposisi Nilai (Value Propositions):
- Bakso dengan kuah gurih
- Pilihan bakso dan topping yang beragam
- Harga terjangkau dengan porsi mengenyangkan
Saluran Distribusi (Channels):
- Warung atau restoran bakso
- Pemesanan online melalui aplikasi
- Kerja sama dengan layanan pengiriman makanan
Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):
- Pelayanan yang ramah
- Program pelanggan setia
- Respon cepat terhadap kritik dan saran
Sumber Pendapatan (Revenue Streams):
- Penjualan bakso dan menu pelengkap
- Penjualan minuman
- Paket keluarga dan pesanan acara
Sumber Daya Kunci (Key Resources):
- Dapur dan peralatan memasak
- Bahan baku berkualitas
- Koki dan tim pelayanan
Kegiatan Kunci (Key Activities):
- Membuat bakso dan kuah
- Melayani pelanggan
- Menjaga kualitas produk dan kebersihan
Mitra Kunci (Key Partners):
- Pemasok daging dan bahan baku
- Supplier mie dan sayuran
- Aplikasi pengiriman makanan
- Penyedia kemasan
Struktur Biaya (Cost Structure):
- Pembelian bahan baku
- Gaji karyawan
- Sewa tempat usaha
- Biaya promosi dan operasional
13. Roti Bakar

Roti bakar menjadi salah satu usaha kuliner yang mudah dijalankan karena memiliki modal yang relatif terjangkau dan target pasar yang luas. Dengan berbagai pilihan rasa serta topping kekinian, bisnis ini masih memiliki peluang berkembang yang besar. Berikut contoh Business Model Canvas untuk bisnis roti bakar:
Segmen Pelanggan (Customer Segments):
- Pelajar dan mahasiswa
- Keluarga
- Pekerja yang mencari camilan praktis
Proposisi Nilai (Value Propositions):
- Pilihan rasa yang beragam
- Disajikan hangat dengan bahan berkualitas
- Harga terjangkau
Saluran Distribusi (Channels):
- Gerai atau kafe
- Pemesanan online melalui aplikasi
- Kerja sama dengan aplikasi pengiriman makanan
Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships):
- Pelayanan yang cepat dan ramah
- Promo bundling
- Interaksi aktif melalui media sosial
Sumber Pendapatan (Revenue Streams):
- Penjualan roti bakar
- Penjualan minuman
- Paket hemat dan paket keluarga
Sumber Daya Kunci (Key Resources):
- Peralatan memanggang
- Bahan baku roti dan topping
- Tim produksi dan pelayanan
Kegiatan Kunci (Key Activities):
- Menyiapkan bahan
- Memanggang roti sesuai pesanan
- Menjaga kualitas produk
Mitra Kunci (Key Partners):
- Supplier roti dan topping
- Penyedia kemasan
- Aplikasi pengiriman makanan
- Distributor bahan baku
Struktur Biaya (Cost Structure):
- Pembelian bahan baku
- Sewa tempat usaha
- Gaji karyawan
- Biaya promosi dan operasional
Baca juga: Mengenal Jebusiness: Aplikasi Bisnis Online Terbaik untuk Scale Up Bisnis Anda!
Penutup
Itulah seputar contoh bisnis model canvas makanan yang bisa Anda pilih. Pastikan untuk menjawab pertanyaan penting yang sudah disediakan di atas untuk hasil yang lebih baik. Di samping itu, agar bisnis berjalan dengan baik Anda dapat menggunakan berbagai perangkat atau software dengan berbagai fitur unggulan. DoranDev memiliki sejumlah software dan aplikasi untuk mendukung bisnis di era digital. Mulai dari aplikasi kasir, marketplace, dan lainnya. Semoga bermanfaat!


