DoranDev – Passive income atau pendapatan pasif merupakan pendapatan yang diperoleh di luar penghasilan aktif. Passive income ini akan didapat secara terus menerus tanpa harus menggunakan waktu dan tenaga langsung. Memiliki pendapatan pasif sangat penting untuk menciptakan stabilitas keuangan, kebebasan finansial, dan kesejahteraan jangka panjang. Sebelum itu Anda harus bisa memilih passive income terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki. Di artikel ini akan dibahas tetang macam-macam aktivitas yang bisa dilakukan untuk mendapat passive income.
Rekomendasi Passive Income
Buat Anda yang sedang tertarik untuk mulai memiliki passive income, inilah beberapa rekomendasi passive income terbaik yang patut dicoba.
1. Saham Dividen

Pertama ada passive income yang bisa didapat dengan berinvestasi dalam saham dividen. Saham dividen sendiri merupakan saham perusahaan yang membayar persentase tertentu dari pendapatan setiap triwulan. artinya pendapatan tersebut diperoleh dari laba perusahaan, serta apresiasi saham. Sebelum membeli saham, harus dimulai dengan meneliti dan memilih perusahaan tepercaya yang memiliki riwayat membayar dividen, lalu buka akun pialang untuk mulai membeli saham.
2. Obligasi
Selanjutnya bisa dengan obligasi, sebuah strategi investasi lain untuk menghasilkan pendapatan pasif. Ketika membeli obligasi, pada dasarnya Anda meminjamkan uang kepada pemerintah dengan imbalan pembayaran bunga. Dibandingkan dengan saham, investasi obligasi memiliki risiko yang lebih rendah dan dapat memberikan pendapatan yang stabil seiring waktu. Cara untuk memiliki obligasi, dimulai dengan menyelidiki jenis obligasi yang tersedia, seperti obligasi kota atau perusahaan, dan pertimbangkan untuk membeli melalui pialang.
Baca juga: Cara Mudah Membuat Kwitansi Pembayaran yang Bisa Anda Coba!
3. Menjual Desain Secara Online
Bagi yang memiliki keterampilan desain, bisa memanfaatkannya untuk menghasilkan uang dengan menjual barang-barang berdesain cetak tersebut. Di Indonesia, banyak patform e-commerce yang bisa menjadi tempat untuk berjualan. Anda bisa memulai dengan desain sendiri dan melihat minat pasar, lalu mengembangkannya. Anda mungkin bisa memanfaatkan sesuatu yang sedang tren untuk membuat desain, misalnya membuat kaos dengan gambar custom, dan masih banyak lagi.
4. Jual Fotografi Secara Online
Meski tak mudah untuk memulai cara ini, menjual foto secara online sebagai passive income, tetapi ini dapat membantu meningkatkan skala usaha, terutama jika Anda dapat menjual foto yang sama berulang kali. Untuk memulainya, Anda bisa mendaftar ke Getty Images, Shutterstock, atau sejenisnya. Setelah disetujui oleh platform, lanjut melisensikan foto Anda untuk digunakan oleh siapa pun yang mengunduhnya. Platform kemudian membayar Anda setiap kali seseorang menggunakan foto Anda.
5. Sewakan Rumah untuk Jangka Pendek

Memanfaatkan ruangan di rumah yang tidak gunakan dan ubah menjadi peluang menghasilkan uang. Apalagi jika Anda merupakan orang yang sering bepergian dan sangat jarang berada dirumah, maka pertimbangkan untuk menyewakan sebagaian ruangan. Caranya, mulai dengan mendaftarkan tempat Anda di berbagai situs web atau buat media sosial khusus untuk penawaran. Dengan begitu orang bisa mendapat akses untuk menyewa dan anda akan memiliki passive income.
6. Pemasaran Afiliasi
Saat ini bergabung dengan pemasaran afiliasi sudah seperti tren. Dengan pemasaran afiliasi, siapapun bisa ikut mempromosikan produk pihak ketiga dengan mencantumkan tautan produk di situs web atau akun media sosial. Misalnya ada Shopee afiliasi yang paling terkenal di Indonesia, tanpa menjadi seller, Anda bisa mendaftar sebagai afiliator dan langsung mempromosikan produk-produk yang ada di marketplace tersebut. Jika ada orang lain yang mengklik tautan dan melakukan pembelian dari link yang dibagikan, maka afiliator akan mendapatkan komisi.
7. Buat kursus
Salah satu strategi populer untuk mendapatkan penghasilan pasif adalah membuat kursus audio atau video. Dengan begitu, materi kursus dapat didistribusikan dan dijual melalui platform marketplace, membuat situs sendiri, atau melalui media sosial. Contohnya Anda bisa mempertimbangkan “model freemium” untuk membangun pengikut dengan konten gratis, lalu mengenakan biaya untuk informasi yang lebih detail atau bagi mereka yang ingin tahu lebih banyak.
Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Reksa Dana, Cocok untuk Investor Pemula
8. Buat Konten Video

Jika mengedit video menjadi keahlian, Anda bisa menghasilkan uang dengan mengunggah video dari karya asli ke YouTube dan mengatur akun Anda untuk monetisasi melalui Program Mitra YouTube. Tidak ada batasan jenis video yang bisa dibuat, mulai dari informasi, film pendek, musik orisinal, bahkan suara sekitar. Namun, ada sejumlah persyaratan untuk bergabung dengan Program Mitra YouTube, termasuk jumlah minimum penayangan dan pengikut.
9. Menyewakan Properti
Anda bisa membeli lalu menyewakan properti untuk mendapatkan penghasilan bulanan dari penyewa sekaligus menikmati apresiasi nilai properti seiring waktu. Anda bisa mempertimbangkan untuk memulai dengan rumah tinggal tunggal atau properti kecil dengan beberapa unit untuk memulai investasi real estat.
Namun, untuk yang satu ini, tidak selalu diklasifikasikan sebagai aliran pendapatan pasif. Tergantung pada seberapa banyak waktu yang digunakan untuk mengelola properti, semakin banyak tenaga dan waktu yang diguankan, maka proses ini dapat dianggap sebagai “partisipasi aktif”, yang membuat pendapatan Anda tidak dianggap pasif.
10. Drop Shipping

Membuka bisnis online kini semakin mudah. Salah satunya bisa memulai bisnis ritel tanpa perlu menyentuh atau melihat produk yang akan dijual. Jika Anda menggunakan layanan ini, pemasok akan menyimpan dan mengirimkan produk ke pelanggan atas nama Anda. Lalu, tugas Anda hanya perlu menemukan pembeli dan mengelola layanan pelanggan. Anda tidak perlu menginvestasikan uang di muka untuk inventaris, dan Anda nantinya mendapatkan keuntungan sebesar selisih antara harga grosir pengirim dan harga eceran yang bisa Anda tetapkan.
Baca juga: Inilah 10 Ide Bisnis Gila yang Punya Cuan Besar
Penutup
Jadi itulah setidaknya sepuluh macam usaha yang terbaik untuk bisa mendapatkan pasive income. Anda bisa memilih yang sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan sumber saya yang anda miliki. Passive income seperti ini juga akan menjadi cadangan jika terjadi sesuatu pada pendatapan aktif. Jika Anda sudah membulatkan tekad untuk memulai bisnis, pastikan untuk menggunakan aplkasi dari Jebusiness untuk membantu anda dalam mengelola dan mempromosikan bisnis.


