Cara Meningkatkan Interpersonal Skill untuk Bisnis: 10 Kebiasaan yang Bisa Dilatih

Cara Meningkatkan Interpersonal Skill

DoranDev – Kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan dengan orang lain menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis. Interpersonal skill membantu Anda bekerja sama, memahami perspektif orang lain, menyelesaikan konflik, serta menjaga hubungan profesional dengan lebih baik. Lantas, bagaimana cara meningkatkan interpersonal skill agar dapat menunjang perkembangan bisnis? Simak selengkapnya di bawah ini.

Cara Meningkatkan Interpersonal Skill

Cara Meningkatkan Interpersonal Skill
Sc: Cecilie_Arcurs Getty Images Signature

Interpersonal skill tidak berkembang hanya dengan membaca teori. Anda perlu membiasakannya melalui interaksi sehari-hari, mengevaluasi respons diri sendiri, dan terbuka terhadap masukan. Bagi pemilik bisnis, proses tersebut bisa dimulai dari cara sederhana yang langsung berkaitan dengan aktivitas menjalankan usaha. Berikut beberapa cara meningkatkan interpersonal skill yang dapat diterapkan secara bertahap.

1. Biasakan Mendengarkan Secara Aktif

Menjadi pemilik bisnis bukan berarti Anda harus selalu menjadi orang yang paling banyak berbicara. Justru, kemampuan mendengarkan dapat membantu Anda memahami masalah yang sebenarnya dihadapi tim, pelanggan, maupun partner bisnis. Saat seseorang menyampaikan pendapat, fokuslah pada isi pembicaraan. Dengarkan maksud serta emosi di balik perkataannya, kemudian berikan respons yang relevan. Deep listening juga membantu Anda memperoleh informasi yang lebih akurat.

2. Perjelas Cara Berkomunikasi

Komunikasi dalam bisnis tidak hanya berkaitan dengan apa yang Anda katakan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disampaikan. Arahan yang terlalu umum dapat menimbulkan interpretasi berbeda dan akhirnya membuat pekerjaan tidak berjalan sesuai harapan. Sampaikan informasi secara jelas, gunakan bahasa yang mudah dipahami, dan sesuaikan cara komunikasi dengan situasinya. Perhatikan pula intonasi, ekspresi wajah, kontak mata, serta gestur tubuh karena komunikasi nonverbal.

3. Terbuka terhadap Kritik dan Feedback

Pemilik bisnis yang selalu menganggap dirinya benar akan lebih sulit melihat kekurangan dalam cara bekerja atau mengambil keputusan. Feedback sebaiknya dipandang sebagai bahan evaluasi, bukan serangan terhadap kemampuan Anda. Dorong komunikasi dua arah dengan tim.

Ketika menerima kritik, coba pahami alasan di balik masukan tersebut sebelum memberikan respons. Sebaliknya, ketika memberikan feedback, sampaikan secara konstruktif agar orang lain mengetahui bagian yang perlu diperbaiki tanpa merasa direndahkan.

4. Latih Empati dalam Mengambil Keputusan

Keputusan bisnis memang harus mempertimbangkan kepentingan perusahaan, tetapi bukan berarti perspektif orang lain boleh diabaikan. Empati membantu Anda melihat sebuah situasi dari sudut pandang karyawan, pelanggan, atau partner. Misalnya, ketika seorang anggota tim melakukan kesalahan, jangan langsung melihatnya hanya sebagai kegagalan. Cari tahu konteksnya, dengarkan penjelasannya, kemudian tentukan solusi yang paling tepat.

5. Belajar Mengelola Konflik

Perbedaan pendapat hampir pasti muncul ketika beberapa orang bekerja untuk tujuan yang sama. Masalahnya bukan terletak pada keberadaan konflik, melainkan bagaimana Anda mengelolanya agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Saat konflik terjadi, hindari mengambil keputusan ketika emosi sedang tinggi. Dengarkan pihak-pihak yang terlibat, pahami pokok masalah, lalu arahkan pembicaraan pada solusi yang adil.

Baca Juga: 9 Komunitas Bisnis di Indonesia untuk Kembangkan Relasi

Interpersonal Skill
Sc: Yan Krukau Pexels

6. Tingkatkan Rasa Percaya Diri

Kepercayaan diri membantu Anda menyampaikan ide, memberikan arahan, melakukan presentasi, dan bernegosiasi dengan lebih meyakinkan. Namun, percaya diri bukan berarti mendominasi pembicaraan atau menganggap pendapat sendiri selalu paling benar. Bangun kepercayaan diri dengan mempersiapkan diri sebelum menghadapi situasi penting. Jika Anda harus mempresentasikan bisnis kepada calon partner, misalnya, pahami materi secara mendalam agar dapat menjawab pertanyaan dengan lebih tenang.

7. Biasakan Bekerja Sama dan Berkolaborasi

Pemilik bisnis tidak mungkin mengerjakan seluruh pekerjaan sendirian ketika usaha mulai berkembang. Anda membutuhkan orang lain dengan kemampuan yang berbeda untuk mencapai tujuan bisnis. Biasakan menciptakan suasana kerja yang mendorong kolaborasi.

Hargai kontribusi setiap anggota tim, terbuka terhadap ide, dan hindari membandingkan orang secara tidak perlu. Kemampuan berkolaborasi juga akan semakin penting ketika Anda mulai bekerja dengan divisi, partner, atau pihak eksternal yang memiliki cara kerja berbeda.

8. Kembangkan Kemampuan Negosiasi

Negosiasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis. Anda mungkin perlu bernegosiasi dengan supplier mengenai harga, berdiskusi dengan partner tentang pembagian pekerjaan, atau mencari kesepakatan dengan pelanggan. Interpersonal skill membantu Anda menyampaikan kepentingan dengan jelas sekaligus memahami kebutuhan pihak lain. Fokuslah pada komunikasi dan pencarian kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak.

9. Kendalikan Emosi Saat Berinteraksi

Saat menjalankan bisnis, Anda akan menghadapi tekanan, kesalahan, komplain, dan keputusan yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Respons emosional yang berlebihan dapat memperburuk situasi yang sebenarnya masih bisa diselesaikan. Manajemen emosi membantu Anda memberikan respons secara lebih profesional. Ketika menghadapi masalah, beri waktu untuk memahami situasi sebelum memberikan tanggapan.

10. Terus Belajar dari Interaksi Sehari-hari

Pengembangan interpersonal skill tidak harus selalu dilakukan melalui pelatihan formal. Setiap percakapan, rapat, negosiasi, dan konflik dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui apa yang sudah Anda lakukan dengan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Anda juga dapat belajar dengan mengamati cara orang lain berkomunikasi dan menangani situasi tertentu. Mentor, rekan bisnis, maupun orang yang lebih berpengalaman dapat memberikan perspektif baru.

Baca Juga: Tugas Branch Manager dalam Pengembangan Bisnis, Lebih dari Sekadar Operasional

Tips Tingkatkan Interpersonal Skill
Sc: Yan Krukau Pexels

Interpersonal Skill yang Perlu Dimiliki Pengusaha

Selain mengetahui cara meningkatkan interpersonal skill, Anda juga perlu memahami kemampuan apa saja yang paling relevan ketika membangun usaha. Komunikasi efektif membantu Anda menyampaikan visi dan instruksi, sedangkan deep listening membuat Anda lebih mudah memahami kebutuhan orang lain. Di sisi lain, problem solving dan manajemen konflik membantu Anda menghadapi persoalan tanpa memperburuk hubungan.

Cara Mengembangkan Interpersonal Skill Secara Konsisten

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap pengembangan soft skill selesai setelah mengikuti satu seminar atau pelatihan. Padahal, interpersonal skill berkaitan dengan kebiasaan dan perilaku yang perlu terus dilatih. Anda dapat memulainya dengan menentukan satu kemampuan yang paling membutuhkan perbaikan.

Misalnya, jika sering terjadi miskomunikasi dalam tim, fokus terlebih dahulu pada kemampuan mendengarkan dan menyampaikan instruksi. Setelah itu, minta feedback dan evaluasi apakah terdapat perubahan dalam cara Anda berinteraksi. Bagi bisnis dengan jumlah karyawan yang lebih besar, pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara lebih sistematis melalui competency assessment, penyusunan learning path, pelatihan berbasis praktik, coaching, mentoring, hingga evaluasi perubahan perilaku setelah pelatihan.

Baca Juga: 13 Komunitas Lari Berbagai Daerah yang Wajib Anda Ikuti!

Penutup

Memahami cara meningkatkan interpersonal skill dapat menjadi investasi penting bagi Anda yang sedang membangun bisnis. Kemampuan mendengarkan, berkomunikasi, berempati, menyelesaikan konflik, bernegosiasi, dan bekerja sama akan membantu Anda membangun hubungan yang lebih baik dengan tim maupun pihak lain yang terlibat dalam bisnis.

Tidak perlu mencoba memperbaiki semuanya sekaligus. Mulailah dari satu kebiasaan, praktikkan secara konsisten, lalu evaluasi hasilnya melalui feedback dan pengalaman sehari-hari. Jika Anda ingin mengembangkan bisnis sekaligus membangun sistem dan teknologi yang mendukung pertumbuhannya, konsultasikan kebutuhan digital bisnis Anda lebih lanjut dengan hubungi WhatsApp DoranDev.