DoranDev – Saat ini, semakin banyak contoh label kemasan menarik dengan berbagai informasi penting di dalamnya. Biasanya, dalam label produk akan berisi data penting terkait produk beserta isinya. Tak heran apabila dalam membuat label produk, Anda perlu memperhatikan berbagai aspek supaya label yang dibuat sangat informatif dan eye catching, tapi tetap terlihat menarik bagi calon konsumn.
Pengertian Label Produk

Label produk sendiri merupakan salah satu elemen penting bagi bisnis karena mampu memberikan berbagai informasi penting terkait isi, identitas, dan keaslian dari produk. Label sendiri dapat dibuat dalam bentuk stiker, cetakan langsung pada kemasan, atau elemen lain yang dapat memberi detail tertentu dan penting bagi konsumen.
Fungsi Label Produk

Penggunaan label memiliki berbagai fungsi penting bagi sebuah produk yang akan dipasarkan, antara lain:
- Melindungi Konsumen: Adanya label akan membantu melindungi konsumen dengan menyampaikan risiko dan bahaya yang terkait dengan produk. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan produk-produk tersebut dengan aman.
- Memberikan Informasi: Label produk memiliki fungsi utama untuk memberi informasi yang dibutuhkan konsumen mengenai identitas, penggunaan produk, dan juga komposisi. Dengan begitu, konsumen dapat menggunakan produk dengan aman.
- Mempromosikan Produk: Label juga sering dipakai sebagai media promosi yang menarik perhatian calon konsumen.
- Mematuhi Regulasi: Pemerintah telah menetapkan aturan terkait pengawasan makanan dan pengawasan lainnya. Dengan begitu, konsumen akan mendapatkan jaminan keamanan dari produk yang mereka beli.
Baca juga: Panduan 8 Langkah Cara Memulai Usaha Kuliner untuk Pemula
Jenis-Jenis Label Produk

Terdapat beberapa jenis label produk yang sering digunakan. Masing-masing jenis label memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut beberapa di antaranya:
1. Label Deskriptif
Jenis label yang pertama adalah label deskriptif. Label ini dipakai untuk menjelaskan komponen utama pada produk yang dipasarkan. Termasuk di dalamnya komponen bahan baku beserta manfaatnya. Dengan begitu, para konsumen yang membeli dan menggunakan produk tersebut dapat mengetahui isi dan fungsi produk secara lebih mendalam.
2. Label Branding
Selanjutnya adalah label branding yang memiliki fungsi sebagai elemen pemasaran utama pada produk. Umumnya, label branding akan mencerminkan identitas merek, sehingga didesain dengan lebih menarik untuk meningkatkan daya tarik dan loyalitas para pelanggannya.
3. Label Sertifikasi
Ada pula jenis label sertifikasi yang dipakai untuk menunjukkan bahwa produk telah memenuhi standar ketetapan tertentu. Misalnya sertifikasi halal, ISO, atau organik. Penggunaan label ini tentunya dapat meningkatkan kredibilitas produk dan kepercayaan calon konsumen pada produk tersebut.
4. Label Informasional
Label informasional juga jadi salah satu jenis label yang sering ditemui. Informasi yang satu ini dipakai untuk memberikan lebih banyak informasi secara detail terkait produk tersebut. Seperti halnya instruksi penyimpanan, cara penggunaan, atau peringatan-peringatan tertentu supaya konsumen bisa menggunakan produk dengan baik dan benar.
5. Label Perbandingan
Selanjutnya ada jenis label perbandingan. Labeli ini dipakai untuk menunjukkan perbedaan atau keunggulan produk tersebut dibandingkan dengan produk kompetitor. Adanya label ini akan mempermudah calon konsumen untuk membuat keputusan berdasarkan fitur-fitur yang diunggulkan.
6. Label Tambahan
Selain jenis-jenis label yang telah disebutkan, sebagian produk juga memiliki jenis label lain seperti label promo, diskon, atau penggunaan ulang. Label ini termasuk dalam kategori label tambahan. Label jenis ini juga memiliki peranan yang penting dalam penilaian konsumen terhadap suatu produk.
Informasi yang Perlu Ada pada Label Produk

Umumnya, label produk dapat berisi beberapa informasi penting yang dapat menjelaskan apa dan bagaimana kondisi dari sebuah produk. Beberapa juga menyematkan informasi-informasi tambahan yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk. Informasi ini juga dapat menjadi contoh label kemasan produk yang perlu Anda perhatikan.
1. Nama Produk
Nama produk merupakan hal pertama dan utama yang wajib dicantumkan pada label kemasan. Informasi ini harus ditampilkan dengan jelas supaya calon konsumen dapat mengidentifikasi produk tersebut dengan mudah.
Biasanya, nama produk dibuat berbeda dengan nama perusahaan atau bisnis Anda. Nama yang tercantum juga perlu disesuaikan dengan karakteristik atau kandungan yang terdapat dalam produk tersebut. Dengan begitu, konsumen dapat mengetahui jenis produk dengan lebih mudah dan cepat.
2. Nama dan Alamat Produksi
Pada label kemasan, Anda juga wajib mencantumkan nama perusahaan dan lokasi pabrik dimana barang tersebut diproduksi. Alamat pabrik bisa saja berbeda dengan lokasi perusahaan yang Anda miliki ini berada.
Misalnya saja, alamat kantor Anda berada di Bandung, namun pabrik tempat Anda memproduksi barang berada di Cikarang. Maka, Anda perlu mencantumkan alamat pabrik yang berada di Cikarang pada kemasan produk tersebut. Bahkan, di beberapa produk akan tertera perusahaan yang memiliki peran sebagai distributor dari produk tersebut.
3. Tanggal dan Kode Produksi
Kemudian, label juga perlu menampilkan informasi produksi guna memastikan kualitas dan keaslian produk. Selain itu, informasi ini dapat mempermudah proses pelacakan apabila terjadi suatu masalah. Anda bisa menempatkan tanggal dan kode produksi terpisah dari keterangan pada label, tapi harus disertai dengan petunjuk tempat pencantuman kode produksi. Adapun tempat pencantuman kode produksi dapat ditemukan dalam bentuk:
- Kode Produksi, lihat bagian bawah kaleng.
- Kode produksi, lihat pada tutup botol.
4. Komposisi Produk
Komposisi produk akan berisi semua bahan baku yang dipakai untuk membuat produk tersebut. Pencatatannya juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Jika dilihat dari Food Standard Agency, bahan baku harus ditulis secara urut berdasarkan beratnya, bahan baku utama ditulis paling atas bersama dengan jumlahnya. Dilanjutkan dengan bahan lainnya secara berurutan.
Pada bagian ini, komposisi produk wajib mencantumkan bahan alergen. Hal ini diperuntukkan sebagai peringatan keamanan, agar orang-orang yang memiliki alergi dan tidak dapat mentolerir bahan tertentu dapat mengetahuinya.
5. Legalitas
Kemudian yang tidak kalah penting dan wajib dicantumkan dalam label kemasan adalah informasi legalitas. Data ini akan memberikan informasi mengenai izin edar produk dan apakah produk tersebut telah memenuhi standar kelayakan dan keamanan.
Biasanya, setiap produk yang ingin dijual wajib melalui proses uji yang ditetapkan oleh pemerintah, terutama pada produk-produk pangan atau Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Tidak hanya itu, para pelaku usaha yang memproduksi atau mengimpor pangan dalam bentuk kemasan eceran juga wajib menyertakan keterangan halal. Keterangan ini bisa Anda sematkan setelah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
6. Berat Bersih
Pastikan Anda juga mencantumkan informasi berat bersih dari produk tersebut. Berat bersih atau netto adalah berat yang ada pada produk tersebut. Informasi ini juga sangat penting supaya calon konsumen dapat mengetahui berapa banyak kadar yang akan mereka konsumsi dalam satu kemasan.
7. Informasi Nilai Gizi
Informasi nilai gizi juga jadi informasi yang wajib ada pada label kemasan. Adanya informasi ini akan membantu konsumen mengetahui lebih detail jumlah karbohidrat, kalori, serat, lemak, vitamin, dan protein di setiap porsi makanan dalam kemasan tersebut.
8. Masa Berlaku/ Kadaluarsa
Terakhir yang tidak kalah penting dan wajib ada pada label kemasan adalah masa berlaku atau keterangan kadaluarsa. Informasi kadaluarsa merupakan batas akhir suatu produk dijamin mutu dan kualitasnya, selama penyimpanan dilakukan sesuai dengan petunjuk yang disampaikan oleh produsen.
Baca juga: Cara Mudah Daftar Sertifikasi Halal dan Daftar Harganya, Cek di Sini!
Cara Membuat Label Produk

Untuk membuat label produk, Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah umum berikut ini, yaitu:
1. Mengidentifikasi Informasi yang Diperlukan
Putuskan informasi apa saja yang perlu ditampilkan pada label produk. Tentukan berdasarkan jenis produk dan regulasi yang berlaku. Dengan begitu, Anda dapat menyampaikan informasi penting yang akurat dan relevan dengan konsumen.
2. Mendesain Label
Buatlah desain label produk yang unik dan informatif, sehingga calon konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut. Apalagi, informasi pada label tersebut bisa dipahami dengan mudah, konsumen pun dapat lebih cepat membedakannya dengan produk kompetitor.
3. Memilih Material Label
Pastikan Anda memilih material label yang sesuai dan memiliki ketahanan yang baik pada produk. Ini dipilih agar label yang tertera pada kemasan dapat dibaca dengan mudah, awet dan tahan lama.
4. Mencetak Label
Cetak label yang telah Anda buat menggunakan printer atau di jasa percetakan terpercaya. Sehingga Anda bisa membuat label produk yang awet dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.
5. Memasang Label
Tempelkan label produk pada kemasan dengan rapi dan presisi. Anda bisa memasangnya secara manual atau menggunakan alat bantu seperti mesin pemasang label. Pastikan kembali hasil pemasangan sudah menempel dengan baik dan tidak mudah terlepas.
Baca juga: 7 Manfaat Memiliki Brand Identity Kuat untuk Bisnis Anda, Apa Saja?
Penutup

Itulah penjelasan lengkap mengenai label kemasan produk yang bisa Anda jadikan acuan dalam membuat label kemasan dari bisnis Anda sendiri. Salah satu bisnis yang kerap menggunakan label kemasan adalah jasa persiapan wedding misalnya souvenir pernikahan.
Jika Anda sedang merencanakan pernikahan dan mencari souvenir pernikahan yang elegan dan berkesan, Doran Souvenir siap membantu Anda. Hubungi WhastApp Doran Souvenir untuk melakukan pemesanan.


