6 Klasifikasi Jenis Tenaga Kerja di Indonesia, Jangan sampai Keliru!

DoranDev – Tenaga kerja berperan penting dalam mendukung perekonomian negara, karena mereka terlibat langsung dalam proses produksi suatu barang atau jasa untuk menggerakkan perekonomian. Namun, tidak semua tenaga kerja itu sama, mereka dapat dikenali dengan berbagai klasifikasinya. Berikut ini beberapa jenis tenaga kerja di Indonesia yang wajib Anda ketahui.

Jenis Tenaga Kerja di Indonesia

Perlu Anda pahami sebelumnya bahwa tenaga kerja berbeda dengan angkatan kerja yang dibatasi oleh usia produktif, yaitu antara 15 tahun hingga 64 tahun. Sementara tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

Selain memahami apa itu tenaga kerja, Anda pun perlu mengetahui jenis tenaga kerja di Indonesia untuk mengetahui kontribusi mereka terhadap sektor industri serta peluang yang dapat dimanfaatkan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini jenis tenaga kerja di Indonesia sesuai dengan klasifikasinya.

1. Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Kemampuannya

sc: pexels/anthonyshkraba-production
  • Tenaga Kerja Terdidik

Tenaga kerja terdidik merupakan pekerja yang memiliki kemampuan khusus berdasarkan pendidikan formal yang telah ditempuh. Jenis tenaga kerja ini biasanya memiliki keahlian yang didukung oleh jenjang pendidikan tinggi. Sehingga mereka mampu menjalankan pekerjaan yang memerlukan analisis, perencanaan, atau pengambilan keputusan.

  • Tenaga Kerja Terlatih

Sementara itu tenaga kerja terlatih adalah pekerja yang memiliki keterampilan karena telah menjalani pelatihan atau pengalaman kerja di bidang tertentu. Mereka mungkin tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi, tapi memperoleh keterampilan dari praktik langsung.

  • Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih

Berbeda dari kedua jenis tenaga kerja sebelumnya, pekerja yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal atau pelatihan khusus disebut tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih. Biasanya tenaga kerja ini melakukan pekerjaan yang bersifat fisik dan tidak memerlukan keahlian khusus.

2. Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Sifat Pekerjaannya

  • Tenaga Kerja Jasmani

Tenaga kerja jasmani adalah pekerja yang mengandalkan kemampuan fisik untuk menyelesaikan pekerjaannya. Mereka umumnya membutuhkan tenaga yang besar dan bersifat manual. Meski berfokus pada kekuatan fisik, tapi tetap memerlukan ketelitian dan efisiensi dalam melakukan pekerjaannya.

  • Tenaga Kerja Rohani

Sebaliknya, tenaga kerja rohani merujuk pada mereka yang lebih banyak memanfaatkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta kecakapan intelektual. Pekerjaan mereka biasanya berkaitan dengan analisis, perencanaan, atau inovasi. Contoh tenaga kerja rohani seperti dosen, pengacara, arsitek, dan psikolog.

Baca juga: 10 Jenis-Jenis Marketing yang Sering Digunakan, Apa Saja?

3. Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Hubungannya dengan Produk

sc: pexels/shvetsa
  • Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja langsung adalah pekerja yang berperan langsung dalam proses pembuatan barang atau jasa. Mereka dapat dengan mudah diidentifikasi pada setiap unit produk yang dihasilkan. 

  • Tenaga Kerja Tidak Langsung

Sementara itu pekerja yang tidak terlibat langsung dalam proses pembuatan barang atau jasa disebut tenaga kerja tidak langsung. Namun, mereka memiliki kontribusi penting dalam perencanaan dan pengawasan produksi, seperti analis dan desainer produk.

4. Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Fungsi Pokoknya

  • Tenaga Kerja Bagian Produksi

Dalam sebuah perusahaan, tenaga kerja umumnya dibagi menjadi tiga fungsi pokok, salah satunya bagian produksi. Tenaga kerja ini bertanggung jawab dalam mengubah bahan baku menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Mereka berfokus pada proses pembuatan barang dan jasa.

  • Tenaga Kerja Pemasaran

Tenaga kerja pemasaran berperan untuk mengenalkan dan mempromosikan produk ke konsumen. Mereka merancang strategi yang tepat agar produk dapat diterima pasar. Selain itu juga mengelola hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan penjualan.

  • Tenaga Kerja Bagian Umum dan Administrasi

Tenaga kerja bagian umum dan administrasi berperan untuk memastikan segala aspek administrasi perusahaan berjalan dengan lancar. Pekerja di bagian ini berperan dalam menjaga koordinasi antar bagian. 

Baca juga: Mengenal Campus Hiring: Manfaat, Tantangan, dan Tipsnya

5. Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Pekerjaannya

sc: pexels/mikael-blomkvist
  • Tenaga Kerja Lapangan

Tenaga kerja lapangan adalah pekerja yang bekerja di luar ruangan dan biasanya terlibat langsung dengan aktivitas di lokasi tersebut. Pekerjaan ini sering memerlukan mobilitas tinggi dan kemampuan fisik yang kuat.

  • Tenaga Kerja Pabrik

Berbeda dengan tenaga kerja pabrik yang terlibat dalam proses produksi di lingkungan pabrik atau fasilitas produksi untuk menghasilkan sebuah barang. Pekerja ini bertugas mengoperasikan mesin, merakit produk, atau melakukan kontrol kualitas. 

  • Tenaga Kerja Kantor

Sementara itu, tenaga kerja kantor merupakan mereka yang bekerja di lingkungan kantor atau instansi. Umumnya berperan dalam tugas-tugas administratif, manajerial, atau profesional. Pekerja jenis ini biasanya terlibat dalam pengelolaan data, perencanaan pengawasan, serta pelaksanaan kegiatan.

6. Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Status Pekerjaannya

  • Pekerja Lepas

Pekerja lepas yang disebut juga dengan freelance yaitu orang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen pada suatu perusahaan. MEreka biasanya bekerja berdasarkan proyek atau tugas yang diberikan oleh berbagai klien.

  • Pekerja Kontrak

Pekerja kontrak atau sering disebut sebagai pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalah seseorang yang dipekerjakan oleh suatu perusahaan maupun instansi dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati dalam perjanjian tertulis. Hubungan kerja antara pekerja kontrak dan perusahaan bersifat sementara.

  • Pekerja Tetap

Pekerja tetap yaitu seseorang yang dipekerjakan oleh suatu perusahaan atau instansi untuk jangka waktu tidak tertentu. Hal ini berarti tidak ada batasan waktu yang jelas kapan masa kerjanya akan berakhir, kecuali jika terjadi pemutusan hubungan kerja dengan alasan yang sah sesuai peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Ini Komponen dan Rumus Mudah Menghitung Biaya Rekrutmen Karyawan

Penutup

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui berbagai jenis tenaga kerja di Indonesia berdasarkan klasifikasinya. Apapun jenis tenaga kerjanya, masing-masing memiliki peran unik dan saling melengkapi untuk menggerakkan roda perekonomian. Dengan memahami beragam jenis tenaga kerja juga dapat membantu mengoptimalkan potensi sumber daya manusia di lingkungan kerja Anda.

Untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan tenaga kerja, Anda dapat memanfaatkan teknologi, salah satunya melalui aplikasi absensi online Jeclock. Aplikasi ini memiliki fitur lengkap dan mudah digunakan untuk membantu memantau kehadiran karyawan. Tunggu apa lagi? Gunakan Jeclock sekarang!