Vertical SaaS vs Horizontal SaaS: Apa Perbedaannya?

Vertical SaaS vs Horizontal SaaS

DoranDev – Dalam dunia perangkat lunak berbasis cloud, Vertical SaaS vs Horizontal SaaS adalah dua model yang sering dibandingkan. Meski keduanya sama-sama menawarkan solusi Software as a Service (SaaS), model yang digunakan sangat berbeda. Lantas, apa saja perbedaan antara Vertical SaaS dan Horizontal SaaS?

Untuk memahami lebih dalam mengenai perbedaan Vertical SaaS dan Horizontal SaaS, penting untuk mengetahui bagaimana masing-masing model bekerja, keunggulan yang ditawarkan, serta tantangan yang dihadapi. Simak pembahasan lengkapnya di artikel berikut ini agar Anda dapat menentukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Apa Itu Vertical SaaS?

Vertical SaaS vs Horizontal SaaS
sc: Idea usher

Vertical SaaS adalah jenis perangkat lunak berbasis cloud yang dirancang khusus untuk industri tertentu. Berbeda dengan Horizontal SaaS yang bisa digunakan oleh berbagai bisnis, Vertical SaaS fokus pada kebutuhan spesifik dalam satu sektor seperti kesehatan, perbankan, manufaktur, atau real estate.  

Karena dibuat khusus untuk pasar yang lebih sempit, Vertical SaaS memiliki fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri tersebut. Misalnya, software manajemen pasien untuk rumah sakit atau sistem ERP khusus manufaktur. Dibandingkan dengan model horizontal, Vertical SaaS adalah model yang lebih baru dalam dunia SaaS sehingga belum sematang model horizontal.

Apa Itu Horizontal SaaS?

Vertical SaaS vs Horizontal SaaS
sc: Hiringthingblog

Horizontal SaaS adalah jenis perangkat lunak berbasis cloud yang dirancang untuk digunakan oleh berbagai jenis bisnis tanpa terbatas pada industri tertentu. Artinya, solusi ini bisa digunakan oleh berbagai industri seperti ritel, manufaktur, asuransi, hingga supply chain.

Karena cakupannya yang luas, Horizontal SaaS biasanya lebih fokus pada kebutuhan bisnis secara umum daripada kebutuhan spesifik industri tertentu. Misalnya, software akuntansi, manajemen proyek, atau CRM yang bisa digunakan oleh berbagai perusahaan.

Baca juga: 7 SaaS Company Indonesia yang Cocok untuk Bisnis Anda 

Vertical SaaS vs Horizontal SaaS

Vertical SaaS vs Horizontal SaaS
sc: Saffron Edge

Setelah memahami pengertian keduanya, kini saatnya melihat bagaimana perbedaan utama antara Vertical SaaS vs Horizontal SaaS dapat memengaruhi pilihan Anda dalam memilih solusi perangkat lunak.

1. Target dan Ukuran Pasar

Perbedaan utama antara Vertical SaaS dan Horizontal SaaS terletak pada industri yang mereka targetkan dan ukuran pasar yang mereka layani. Vertical SaaS dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dalam satu industri tertentu sehingga target pasarnya lebih kecil. 

Di sisi lain, Horizontal SaaS memiliki cakupan yang lebih luas karena produknya bisa digunakan oleh berbagai industri. Misalnya, software akuntansi umum yang dapat digunakan oleh perusahaan ritel, manufaktur, hingga layanan keuangan. 

2. Model Bisnis

Vertical SaaS memiliki model bisnis yang dirancang sebagai solusi end-to-end untuk industri tertentu. Artinya, fitur dalam software ini dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional sektor tersebut. Misalnya, perangkat lunak manajemen pasien untuk rumah sakit atau software ERP khusus manufaktur.

Sebaliknya, Horizontal SaaS lebih fokus pada masalah umum yang dihadapi banyak bisnis tanpa terbatas pada satu industri. Model bisnis ini memungkinkan satu produk digunakan oleh berbagai sektor. 

Baca juga: 7 Aplikasi Point of Sale Terbaik dan Tips Memilihnya yang Benar!

3. Biaya Akuisisi dan Retensi Pelanggan 

Dalam Vertical SaaS, jumlah pesaing lebih sedikit karena pasar yang ditargetkan lebih spesifik. Hal ini membuat biaya akuisisi pelanggan lebih rendah karena hanya ada sedikit pilihan bagi bisnis di industri tersebut. Jika solusi yang ditawarkan benar-benar membantu, pelanggan cenderung tetap loyal dalam jangka panjang.  

Sebaliknya, Horizontal SaaS memiliki lebih banyak pesaing karena banyak solusi yang serupa di pasar. Hal ini membuat biaya akuisisi pelanggan lebih tinggi karena bisnis harus bersaing lebih keras untuk menarik perhatian pengguna. 

Vertical SaaS vs Horizontal SaaS
Sc: MarTech

4. Fungsi dan Kustomisasi

Vertical SaaS dirancang khusus untuk industri tertentu, sehingga menawarkan tingkat kustomisasi yang lebih tinggi. Hal ini memungkinkan bisnis menyesuaikan fitur dengan kebutuhan spesifik mereka, seperti pembuatan alur kerja khusus atau reguler update untuk mengikuti perubahan regulasi. 

Di sisi lain, Horizontal SaaS lebih bersifat umum dan dirancang untuk berbagai industri, sehingga fitur kustomisasi yang ditawarkan cenderung lebih terbatas. Beberapa penyedia Horizontal SaaS mungkin menyediakan opsi penyesuaian, tetapi sering kali memiliki biaya tambahan. 

5. Skala dan Integritas

Vertical SaaS lebih mudah diskalakan karena hanya berfokus pada satu industri. Dengan target pasar yang lebih kecil dan spesifik, bisnis Vertical SaaS dapat dengan cepat menyesuaikan layanan mereka untuk mengakomodasi berbagai ukuran perusahaan dalam satu sektor, mulai dari industri kecil hingga besar. 

Sebaliknya, Horizontal SaaS harus melayani berbagai industri yang membuat skalabilitasnya lebih menantang. Karena harus memenuhi kebutuhan bisnis dengan struktur dan proses yang berbeda-beda, developer perlu mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk memastikan sistem berjalan optimal. 

Baca juga: 7 Rekomendasi Aplikasi Absensi Online dengan Fitur Terbaik

Vertical SaaS vs Horizontal SaaS
Sc: MarTech

6. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran Horizontal SaaS berfokus pada menjangkau sebanyak mungkin pelanggan dari berbagai industri. Salah satu cara yang sering digunakan adalah menawarkan produk secara gratis atau dengan biaya rendah lalu mengenakan biaya untuk fitur premium.  

Sementara itu, Vertical SaaS lebih fokus membangun hubungan erat dengan pelanggan di industri tertentu. Karena target pasarnya lebih kecil, pemasarannya lebih personal dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Salah satu strategi umum yang sering digunakan adalah menawarkan uji coba gratis sebelum berlangganan.

7. Tingkat Persaingan Pasar 

Vertical SaaS memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah karena model bisnis ini masih tergolong baru dan pasar yang ditargetkan lebih spesifik. Sehingga peluang untuk menarik pelanggan lebih tinggi jika produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan industri tersebut. 

Sebaliknya, Horizontal SaaS menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat karena cakupan pasarnya lebih luas. Bahkan, kini sudah banyak perusahaan besar yang sudah mendominasi industri ini, sehingga untuk bisa menarik dan mempertahankan pelanggan menjadi tantangan besar.

8. Perkembangan Model

Horizontal SaaS memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar karena dapat digunakan oleh berbagai industri. Dengan target pasar yang luas, bisnis ini lebih mudah untuk mengembangkan produk dan menarik lebih banyak pelanggan sehingga pertumbuhannya jauh lebih cepat.  

Di sisi lain, Vertical SaaS memiliki pertumbuhan yang lebih terbatas karena hanya melayani industri tertentu. Meski lebih fokus dalam memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan, perkembangannya justru cenderung lebih lambat jika dibandingkan Horizontal SaaS. 

Baca juga: 10 Software Scan Invoice Terbaik untuk Bisnis Anda

Penutup

Vertical SaaS vs Horizontal SaaS memang menjadi dua model yang banyak digunakan dalam industri. Vertical SaaS lebih cocok untuk bisnis yang membutuhkan solusi khusus, sementara Horizontal SaaS lebih fleksibel untuk berbagai sektor.

Di Indonesia, perusahaan SaaS semakin berkembang seiring dengan meningkatnya digitalisasi bisnis. Banyak SaaS company Indonesia yang mulai mengadopsi kedua model ini untuk menyediakan solusi yang lebih efisien bagi berbagai industri

Salah satunya adalah DoranDev yang juga menyediakan solusi SaaS seperti JeClock, JeBusiness, dan JeTeams. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang solusi SaaS yang tepat untuk bisnis Anda, hubungi kami via WhatsApp untuk informasi selenhkapnya.