Apa Itu Job Hugging? Kenali Penyebab, Dampak, dan Tips untuk Mengatasinya!

Apa Itu Job Hugging

DoranDevApa itu job hugging? Istilah ini semakin banyak diperbincangkan di kalangan para pekerja beberapa waktu belakangan. Hal ini terjadi setelah munculnya era great resignation pada tahun 2021-2022 silam, ditandai dengan tren pekerja yang beramai-ramai melakukan perpindahan kerja (job hopping).

Fenomena ini mulai marak terjadi lantaran ketidakpastian ekonomi global, politik, hingga perlambatan pasar tenaga kerja yang terjadi termasuk di Indonesia. Kemunculan job hugging tidak hanya menunjukkan rasa aman terhadap suatu pekerjaan, tapi juga bisa memberi dampak yang tidak begitu baik bagi perkembangan karir para pekerja.

Apa Itu Job Hugging?

Apa Itu Job Hugging
Source: freepik

Istilah job hugging merujuk pada keputusan para pekerja yang lebih memilih untuk bertahan dengan pekerjaannya, ketimbang keluar dan mencari pekerjaan atau peluang baru. Meskipun mereka tidak merasa puas atau tidak mampu berkembang di pekerjaan tersebut. Umumnya, yang menjadi alasan utama fenomena ini adalah rasa aman secara finansial, nyaman di zona kerja, atau ketakutan untuk menghadapi ketidakpastian di luar sana.

Sebagian pekerja akan menganggap job hugging sebagai pilihan yang bijak untuk mereka. Dengan bertahan di pekerjaan tersebut, finansial mereka akan tetap stabil dan terhindar dari risiko kehilangan pekerjaan. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi penghambat perkembangan karir mereka karena Anda tidak berani mengambil risiko tanpa mencoba tantangan yang baru.

Baca juga: Cara Mengatasi Stress Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Karyawan

Penyebab Job Hugging

Stress
Source: freepik

Kemunculan fenomena job hugging tentu bukan tanpa sebab. Beberapa alasan di bawah ini dapat melatarbelakangi hal ini, di antaranya:

  • Ketidakpastian Ekonomi: Adanya ancaman resesi, inflasi, dan berita yang banyak menyebar mengenai PHK massal di berbagai sektor tentu membuat para pekerja menjadi lebih berhati-hati. Bahkan, biarpun suatu perusahaan memberi tekanan yang cukup tinggi kepada karyawannya, mereka memilih untuk tetap bertahan.
  • Kecemasan terhadap Teknologi: Meningkatnya teknologi kecerdasan buatan (AI) ternyata cukup berdampak dan menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Pasalnya, para pekerja di beberapa sektor pekerjaan merasa ragu apakah kemampuan mereka masih relevan di tempat kerja yang baru atau sudah tergantikan dengan teknologi AI.
  • Pasar Kerja yang Melemah: Beberapa tahun terakhir, kondisi pasar kerja menurun sehingga perekrutan tenaga kerja cenderung melambat. Hal ini mengakibatkan banyak pekerja yang terjebak dalam karir mereka saat ini. 
  • Mendapat Manfaat Tambahan dan Keamanan Finansial: Banyaknya pekerja memilih untuk bertahan karena pekerjaan mereka saat ini menawarkan beberapa keuntungan. Misalnya tunjangan, jaminan kesehatan, hingga fleksibilitas kerja yang mungkin tidak dengan mudah Anda temukan di perusahaan lain.
  • Faktor Psikologis: Penyebab lain yang bisa menjadi alasan kemunculan job hugging adalah perasaan takut gagal, ketidakmampuan atau ketidaknyamanan untuk beradaptasi, serta keterikatan emosional terhadap organisasi atau rekan kerja. Faktor-faktor tersebut tentu akan memperkuat kecenderungan munculnya job hugging di kalangan para pekerja.

Baca juga: Apa Itu Talent Retention? Strategi Jitu Mempertahankan Karyawan Berkualitas

Dampak Job Hugging

Apa Itu Job Hugging
Source: freepik

Job hugging memang dapat menunjukkan hal yang positif dari karyawan. Akan tetapi, Anda juga perlu memahami bahwa tren ini bisa menyebabkan hilangnya kesempatan bagi para pekerja untuk berkembang. Bahkan di beberapa kesempatan, hal ini akan mengurangi peluang merek untuk dapat masuk ke pasar kerja yang lebih luas. Selain itu, terdapat beberapa dampak lain yang bisa dirasakan oleh para pekerja, yakni:

1. Perasaan Aman

Perasaan aman merupakan salah satu dampak positif dari adanya tren ini. Pekerja memilih untuk bertahan di pekerjaan mereka karena merasa aman secara finansial dan kestabilan, terutama dalam masa-masa ekonomi yang tidak menentu ini. 

2. Kesempatan Berkembang yang Terbatas dan Stagnasi

Dampak negatif yang paling banyak terjadi dari munculnya tren ini adalah tidak adanya perkembangan dalam karir dan keterampilan. Karyawan yang bertahan di posisi yang sama dalam waktu lama cenderung kehilangan kesempatan untuk mempelajari dan menghadapi tantangan yang baru.

Kondisi inilah yang membuat skill dan keterampilan mereka tidak berkembang yang berdampak pada posisi karir yang stagnasi. Hal ini pula yang membuat karyawan semakin sulit mendapatkan promosi atau peningkatan gaji yang cukup signifikan.

3. Stres atau Kelelahan

Hal yang paling mengkhawatirkan dari tren ini adalah kelelahan atau stres yang tinggi. Karyawan bisa saja menerima beban kerja yang melebihi kapasitasnya, karena menolak adanya tanggung jawab baru. Ini tentu dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi di antara para pekerja tersebut.

Selain itu, bekerja di zona nyaman terus-menerus juga membuat pekerja semakin tidak tertarik untuk mencoba peluang baru, sehingga hal ini akan berdampak pada menurunnya inovasi yang terjadi di lingkungan kerja.

Cara Menghadapi Fenomena Job Hugging

Support Karyawan
Source: freepik

Untuk menghadapi situasi seperti ini, ada beberapa tahapan yang mungkin bisa Anda coba agar tidak terjebak dalam situasi job hugging yang merugikan Anda, di antaranya:

1. Kenali Motivasi Diri

Langkah pertama adalah dengan mencari tahu dan mengenali apa alasan sebenarnya yang membuat Anda bertahan di pekerjaan tersebut. Apakah alasannya karena kenyamanan finansial, atau ketakutan menghadapi tantangan baru? Dari sini Anda bisa menilai apakah keputusan yang Anda pilih benar-benar sehat untuk perjalanan karir jangka panjang.

Apabila Anda memilih bertahan karena takut mencoba hal baru, mungkin Anda perlu meninjau ulang pilihan tersebut. Akan tetapi, apabila yang menjadi alasan utama adalah stabilitas finansial, tren ini bisa diterima sebagai strategi untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi.

2. Evaluasi Perkembangan Karir

Kehadiran job hugging bisa sangat berbahaya dan membuat Anda menjadi sulit berkembang. Oleh sebab itu, sangat penting untuk terus melakukan evaluasi diri apakah pekerjaan yang Anda jalankan masih memberi ruang untuk bertumbuh atau tidak. Bila jawabannya tidak, Anda perlu mempertimbangkan untuk mencari peluang yang baru.

Anda bisa membuat beberapa list atau daftar pencapaian selama bekerja. Dengan begitu, Anda bisa melihat apakah ada perkembangan yang cukup signifikan atau Anda hanya mengulang rutinitas yang sama saja.

3. Temukan Tantangan Baru di dalam Perusahaan

Tips selanjutnya adalah mencari tantangan baru di dalam perusahaan, contohnya dengan mengikuti proyek lintas divisi, program pelatihan internal, atau mencoba peranan yang berbeda dalam perusahaan.

Dengan cara ini, tren job hugging dapat terasa lebih produktif bagi Anda karena bisa mendapatkan pengalaman baru tanpa khawatir akan kehilangan rasa aman yang telah Anda miliki. Tanpa disadari, sudah banyak perusahaan yang membuka peluang seperti ini, hanya saja belum dimanfaatkan dengan optimal.

4. Buat Rencana Jangka Panjang

Salah satu kekurangan dari job hugging adalah karena tidak adanya arah yang jelas selama Anda bekerja. Sering kali seorang karyawan hanya bertahan karena sudah merasa cukup aman, tanpa memikirkan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang dapat berupa jenjang karir, target finansial, atau bahkan keinginan untuk berganti profesi.

5. Persiapkan Rencana Cadangan

Tahap terakhir untuk dapat menghadapi job hugging adalah dengan mempersiapkan rencana cadangan. Di tengah banyaknya ketidakpastian dalam pekerjaan, mempersiapkan rencana cadangan jadi alternatif yang bisa Anda lakukan. Seperti membuka usaha sampingan, meningkatkan skill dan keterampilan, jingga mempersiapkan dana darurat.

Baca juga: Program Kerja HRD: Strategi Efektif Tingkatkan Produktivitas Karyawan

Penutup

Pelatihan
Source: freepik

Tidak adanya jaminan terhadap apa yang akan terjadi di tempat kerja membuat banyak orang yang berpikir dua kali ketika akan melepas pekerjaan mereka. Fenomena tersebut bisa dianggap sebagai strategi terbaik untuk menghadapi situasi ekonomi saat ini atau hanya sebuah fase dalam perjalanan karir Anda di perusahaan.

Bagi perusahaan yang ingin melakukan pemantauan terhadap perkembangan kinerja dan hasil karyawan, Anda bisa memanfaatkan Jeclock. Dengan bantuan aplikasi ini, perusahaan bisa memberi arahan yang jelas, membagikan tugas, hingga umpan balik yang bisa dijadikan bahan evaluasi bagi karyawan. Harapannya, dengan bantuan dan dukungan dari perusahaan, para pekerja bisa menghadapi tren ini dengan pandangan yang positif.