DoranDev – Istilah SHE semakin sering muncul dalam pembahasan seputar keselamatan dan standar kerja di berbagai perusahaan. Konsep ini menjadi salah satu hal penting yang banyak diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari. Jika Anda penasaran apa itu SHE dan mengapa perannya cukup krusial di dunia kerja, pembahasan lengkapnya dapat Anda simak di bawah ini.
Apa Itu SHE?
SHE atau Safety, Health, and Environment merupakan pendekatan yang menggabungkan aspek keselamatan kerja, kesehatan pekerja, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu sistem manajemen yang saling terhubung. Melalui konsep ini, perusahaan berupaya mengenali potensi bahaya di tempat kerja lalu mengelola risikonya agar aktivitas operasional dapat berjalan lebih aman dan tertata.
Dalam penerapannya, SHE mencakup berbagai aspek penting di dunia kerja. Dari sisi keselamatan, fokus utamanya adalah mencegah kecelakaan melalui penerapan prosedur kerja yang aman dan penggunaan perlengkapan pendukung. Sementara itu, aspek kesehatan bertujuan menjaga kondisi pekerja agar terhindar dari risiko penyakit akibat kerja. Di sisi lingkungan, SHE mendorong pengelolaan limbah, penghematan energi, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Green Job yang Wajib Anda Ketahui!

Perbedaan SHE dan HSE
Meski terdengar mirip dan sering dianggap sama, istilah SHE dan HSE sebenarnya memiliki perbedaan dalam urutan prioritasnya. SHE menempatkan keselamatan sebagai fokus utama, lalu diikuti oleh kesehatan dan lingkungan. Sementara itu, HSE lebih menekankan aspek kesehatan di awal sebelum keselamatan dan lingkungan.
Perbedaan pendekatan ini biasanya muncul karena kebiasaan industri serta latar belakang wilayah yang menggunakan istilah tersebut. Dalam praktiknya, SHE lebih banyak digunakan di kawasan Eropa, Inggris, dan Australia, terutama pada sektor konstruksi dan engineering yang memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi.
Di sisi lain, istilah HSE lebih umum dipakai di Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat, termasuk Indonesia. Walaupun berbeda penyebutan, tujuan keduanya tetap sama, yaitu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Prinsip Dasar dan Tujuan Utama SHE
Dalam penerapannya, SHE memiliki prinsip dasar yang menjadi fondasi sistem manajemen keselamatan kerja. Salah satu prinsip utamanya adalah mengenali potensi bahaya sejak awal agar perusahaan dapat menilai risiko dengan lebih tepat. Setelah itu, langkah pengendalian dilakukan melalui penerapan prosedur kerja yang aman serta pelatihan yang sesuai. Dukungan teknologi dan penggunaan alat pelindung diri juga menjadi bagian penting agar risiko di tempat kerja dapat ditekan.
Selain fokus pada sistem, SHE juga menekankan keterlibatan seluruh pekerja. Setiap karyawan didorong untuk aktif melaporkan potensi bahaya dan mengikuti pelatihan keselamatan secara rutin. Dengan cara ini, komunikasi risiko dapat berjalan lebih terbuka dan efektif. Tujuan akhirnya adalah mencegah kecelakaan kerja, menjaga kesehatan pekerja, serta melindungi lingkungan agar aktivitas perusahaan tetap berjalan aman dan berkelanjutan.
Baca juga: Apa Itu HCM – Human Capital Management? Pengertian, Manfaat, dan Tugasnya di Perusahaan

Komponen Utama dan Contoh Penerapan SHE di Berbagai Industri
SHE memiliki tiga komponen utama yang saling berkaitan, yaitu keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan. Pada aspek keselamatan, perusahaan berfokus untuk mencegah kecelakaan melalui inspeksi rutin serta pengawasan alat kerja dan kesiapan prosedur darurat.
Sementara itu, aspek kesehatan mencakup pengelolaan stres, penerapan ergonomi yang tepat, serta pengendalian paparan bahan berbahaya dan pemeriksaan kesehatan berkala. Di sisi lingkungan, perusahaan berupaya mengurangi dampak operasional dengan mengelola limbah secara benar dan melakukan penghematan energi serta menekan emisi agar aktivitas tetap bertanggung jawab.
Penerapan SHE dapat ditemukan di berbagai sektor dengan penyesuaian risiko masing-masing industri. Pada bidang konstruksi, fokusnya terlihat dari penggunaan perlengkapan keselamatan dan pengawasan area proyek agar risiko kecelakaan dapat ditekan.
Di sektor pertambangan dan minyak, perhatian lebih diarahkan pada pengendalian bahan kimia dan pemantauan potensi ledakan. Sementara itu, lingkungan perkantoran lebih menekankan ergonomi kerja serta keselamatan instalasi listrik dan manajemen stres. Bahkan di sekolah dan rumah sakit, prinsip SHE diterapkan melalui prosedur evakuasi dan pengendalian kebersihan agar lingkungan tetap aman dan sehat.
Penerapan SHE di Perusahaan
Dalam industri modern, penerapan SHE sering dipadukan dengan pendekatan Process Safety and Risk Management atau PSRM. Pendekatan ini membantu perusahaan mengenali proses kerja yang berisiko tinggi lalu mengendalikan potensi kecelakaan sejak awal.
Melalui analisis bahaya dari bahan kimia, energi, dan alur operasional, perusahaan dapat menekan dampak insiden agar tidak berkembang menjadi kejadian besar. Di saat yang sama, SHE juga dibangun sebagai budaya kerja bersama sehingga seluruh karyawan terlibat aktif melalui pelatihan rutin dan audit internal.
Selain budaya dan sistem, penerapan SHE juga didukung oleh standar serta regulasi yang berlaku. Perusahaan mengacu pada standar internasional seperti ISO 45001 untuk keselamatan dan kesehatan kerja serta ISO 14001 untuk manajemen lingkungan. Di tingkat nasional, aturan K3 mewajibkan perusahaan menjaga keselamatan pekerja.
Kepatuhan terhadap regulasi ini tidak hanya mencegah sanksi hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor dan pelanggan karena operasional dinilai lebih stabil dan terkelola dengan baik. Peran profesional SHE menjadi kunci agar seluruh sistem berjalan efektif. Posisi seperti SHE officer, supervisor, hingga manajer bertugas mengidentifikasi risiko, memberikan pelatihan, melakukan audit, serta menangani pelaporan insiden.
Banyak perusahaan juga bekerja sama dengan konsultan SHE untuk memastikan penerapan standar berjalan sesuai ketentuan. Dengan dukungan tenaga profesional dan komunikasi yang terbuka tanpa saling menyalahkan, perusahaan dapat menjaga keselamatan kerja sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan operasional.
Baca juga: Apa Itu HRBP: Peran, Tanggung Jawab, dan Skill yang Harus Dimiliki
Penutup
Penerapan SHE bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Dengan sistem yang tepat dan dukungan teknologi yang memadai, perusahaan dapat mengelola risiko dengan lebih baik sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Jika perusahaan Anda membutuhkan aplikasi atau website untuk mendukung sistem kerja, manajemen data, atau kebutuhan digital lainnya, Anda bisa langsung menghubungi DoranDev melalui WhatsApp. Tim profesional siap membantu merancang solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.


