DoranDev – Sejak zaman dulu, trading atau aktivitas jual beli itu sudah ada. Bila dulu kita menggunakan sistem barter, dengan saling tukar barang atau jasa tanpa menggunakan uang. Seiring perkembangan zaman, mulai muncul nilai tukar mata uang untuk transaksi jual beli, dan trading mendjadi salah satunya. Jika mendengar katra trading, Anda mungkin akan menghubungkannya pada jual beli aset keuangan seperti saham, forex (mata uang asing), dan komoditas. Lalu, sebenarnya apa itu trading?
Apa Itu Trading?

Secara umum, trading merupakan sebuah aktivitas jual beli aset keuangan berupa saham, mata uang asing atau forex, dan aset kripto. Tujuan seseorang melakukan trading jelas untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Karena trading memanfaatkan pergerakan harga pasar yang cepat berubah. Dalam praktiknya, seorang trader akan membeli sesuai jenis yang diinginkan, bisa saham, forex, atau lainnya, yang kemudian dijual kembali dengan harga tinggi.
Dari transaksi tersebut akan ada selisih harga yang bisa menjadi keuntungan bagi trader. Kemudian, trader berharap suatu hari harga aset tersebut turun, sehingga bisa membelinya kembali. Trading ini tak terbatas dalam negeri saja. Trader juga bisa melakukannya secara global, yang sering dikenal sebagai perdagangan internasional. Di pasar yang lebih besar itulah trader dituntut untuk memiliki trading plan lebih baik dibanding saat melakukan transaksi domestik karena harga semakin kompetitif.
Baca juga: Laporan Perubahan Modal: Definisi, Fungsi, serta Contoh Laporannya!
Jenis-Jenis Trading

Nah, sebelum memulai trading, Anda wajib mengetahui jenis-jenis trading yang diperjual belikan saat ini. Berikut daftarnya:
1. Trading Saham
Trading saham adalah kegiatan jual beli surat berharga yang menunjukkan kepemilikan aset dalam perusahaan. Fokusnya berada pada pergerakan harga dalam waktu singkat, sehingga pelaku trading mencari keuntungan dari naik turunnya harga yang bisa berubah dalam hitungan hari, jam, atau bahkan menit. Cara ini berbeda dengan investasi saham yang bertujuan jangka panjang karena trading menuntut analisis pasar yang aktif dan cepat.
Untuk mulai terjun ke trading saham, Anda perlu memahami beberapa hal penting. Anda bisa mempelajari dasar pasar saham dan teknikal terlebih dahulu lalu memilih broker yang tepat. Setelah itu tentukan modal awal dan lakukan latihan agar lebih terbiasa membaca kondisi pasar. Pergerakan harga yang cepat membuat risikonya cukup tinggi sehingga manajemen risiko sangat diperlukan. Selain itu, ada lebih dari 50.000 perusahaan yang tercatat di pasar saham di seluruh dunia sehingga Anda perlu memilih dengan lebih teliti
2. Trading Forex
Untuk trading jenis ini, produknya berbentuk kurs mata uang asing. Keuntungan yang didapat dengan trading forex berasal dari selisih nilai tukar mata uang. Misalnya saat seorang membeli EUR/USD, mereka akan berharap nilai mata uang tersebut akan naik, sehingga saat dijual kembali harga yang didapat lebih tinggi. Selain spekulasi keuntungan, trading forex juga bisa menjadi pelindung nilai bagi individu dan perusahaan dari fluktuasi nillai tukar yang merugikan.
Volume transaksi forex sangat besar, setiap harinya bisa mencapai triliunan dolar. Jam buka pasar 24 jam sehari, lima hari dalam seminggu, sehingga Anda bisa melakukan trading kapan saja. Sementara itu, tingkat risiko trading ini lebih tinggi dari pada trading saham. Jadi bagi trader pemula harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Namun, jika Anda suka dengan tantangan dan uang yang cepat, forex bisa jadi pilihan pertama.
3. Trading Aset Kripto

Aset kripto adalah aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum yang bisa diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan. Di antara berbagai jenis trading, aset kripto memiliki risiko paling tinggi karena nilai harganya sangat mudah berubah dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat trader, terutama pemula, perlu memahami analisis teknikal, pergerakan pasar, momentum, dan strategi yang disiplin sebelum mulai terjun.
Risiko dalam trading kripto juga cukup besar. Nilainya bisa turun tanpa batas sehingga kerugian dapat membengkak. Selain itu tidak ada fundamental yang bisa dianalisis seperti suku bunga atau kondisi ekonomi karena kripto bukan mata uang yang diatur layaknya rupiah atau dolar.
Aset ini juga tidak dilindungi lembaga otoritas karena seluruh transaksinya berjalan melalui sistem blockchain. Oleh karena itu, trader pemula sebaiknya tidak disarankan untuk memulai trading kripto mengingat risikonya yang sangat tinggi.
Keuntungan Trading

Bagi Anda yang tertarik atau penasaran dengan kegiatan trading, inilah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan. Pertama, potensi keuntungan pada trading besar. Perubahan harga yang cepat dan dalam waktu singkat memungkinkan trader segera mendapatkan profit yang signifikan, bahkan dalam hitungan hari atau jam.
Kedua, kegiatan trading sangat fleksibel, Anda dapat melakukanya kapan pun dan di mana pun selama ada koneksi internet. Sehingga Anda bisa membbuat keputusan cepat secara real-time untuk mengelola keuntungan dan kerugian dari trading. Ketiga, dalam trading Anda bisa mengakses dana kapan saja. Jika dirasa pasar sudah tidak menguntungkan, aset bisa langsung dicairkan. Bagi mereka yang mengutamakan likuiditas, kemudahan ini membuat trader merasa nyaman.
Terakhir, kegiatan jual beli ini juga menawarkan keuntungan melalui strategi short selling meski pasar sedang turun. Cara kerjanya, trader bisa meminjam aset untuk dijual saat harga tinggi, lalu membelinya kembali saat harga turun untuk medapat selisih keuntungan.
Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Reksa Dana, Cocok untuk Investor Pemula
Penutup
Jadi itulah beberapa informasi terkait dengan trading. Sebelum memulainya Anda bisa memperdalam pengetahuan terkait trading melalui trader senior yang bisa ditemukan di komunitas-komunitas tertentu. Jika Anda seorang pembisnis, Anda bisa menggunakan aplikasi dari Jebusiness dari DoranDev yang akan mendukung aktivitas Anda.


